ICW menyoroti proses seleksi Adies Kadir dan Thomas Djiwandono di DPR yang berlangsung kilat, masing-masing hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
- Adies Kadir: Menjadi calon tunggal tanpa tanya jawab mendalam, padahal sempat menuai protes publik terkait isu tunjangan rumah dinas.
- Thomas Djiwandono: Dipilih dengan alasan "diterima oleh seluruh partai politik," yang menunjukkan bahwa konsolidasi politik lebih diutamakan daripada kompetensi profesional.
Baca Juga: Viral! Eks Kapolda Semprot Kapolres Sleman di DPR: 'Kalau Saya Atasan Anda, Sudah Saya Berhentikan!'
Ancaman Demokrasi "Terjun Bebas"
ICW memperingatkan bahwa jika rezim Prabowo-Gibran terus merestui praktik ugal-ugalan dalam pengisian jabatan publik, kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi akan mengalami "terjun bebas". Penunjukan ini dianggap sebagai "serangan balasan" terhadap putusan-putusan MK yang sebelumnya seringkali tidak sejalan dengan keinginan parlemen.
(**)
Artikel Terkait
Baru Bebas, Eks Sekretaris MA Nurhadi Kembali Ditangkap KPK atas Kasus TPPU
MA Kembali Tolak PK Jessica Kumala Wongso dalam Kasus Kopi Sianida
Tentang Larangan MK Terkait Wakil Menteri Rangkap Jabatan, Pemerintah akan Pelajari Putusan
MK Tolak Uji Materi UU Pers: Penulis Opini dan Kontributor Lepas Tidak Dapat Perlindungan Hukum Khusus Wartawan