FAJARNUSA - Sampai saat ini nama "Dadang" masih trending di media sosial terutama media sosial twitter, nama "Dadang telah dicuit lebih dari 47 ribu kali usai dirinya memberikan komentar yang mengundang cibiran netizen di acara Mata Najwa.
Sebelumnya, Dadang mengagetkan banyak pihak mengenai komentarnya yang dianggap sembrono dan ngawur dalam acara Mata Najwa yang biasa dipandu oleh Najwa Shihab saat mengangkat isu Tragedi kanjuruhan bersama banyak perwakilan suporter Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Dadang hadir di Mata Najwa dalam kapasitasnya sebagai perwakilan Aremania.
Baca Juga: Gas Air Mata, Senjata Kimia Berbahaya Yang Digunakan Untuk Perang Dunia Pertama
Dadang dianggap kontraproduktif dengan mayoritas suporter sepakbola nasional yang tengah mengupayakan perdamaian antar fans sepakbola dan bersolidaritas atas tragedi Kanjuruhan.
Dalam Kesempatan tersebut Dadang mengungkapkan jika Aremania bisa menyelesaikan permasalahannya dan sudah membentuk tim investigasi mandiri untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Lantas Siapa sebenarnya Dadang dan bagaimana tim Mata Najwa menemukan Dadang Indarto?
Baca Juga: Aremania Korban Tendangan Aparat Tolak Iming-iming Jadi Anggota TNI Tanpa Tes
Dalam utas yang dibuat oleh tim Mata Najwa di akun twitter @MataNajwa pada 7 oktober 2022, tim Mata Najwa mengungkapkan bahwa Aremania bukanlah organisasi sehingga membuat sulit tim Mata Najwa untuk menemukan perwakilan Aremania, ini utasnya.
1. Aremania bukan organisasi. Tak ada pengurus. Tak ada ketua atau jubir. Cukup tricky untuk mencari perwakilan resmi, apalagi situasi tribun itu dinamis dan kadang beragam. @MataNajwa.
2. Pilihannya Sam Yuli Sumpil. Bukan semata ukuran popularitas, tapi juga karena ia dirijen. Di stadion, dirijen bisa berpengaruh menentukan ritme tribun. Tapi Sam Yuli tak bisa ke Jakarta. Ia mengaku masih terpukul, dan masih perlu banyak takziah. @MataNajwa.
Baca Juga: Suko Sutrisno Pemegang Kunci Stadion Kanjuruhan Yang Menjadi Tersangka, KOMDIS PSSI Berikan Sanksi
Sam Yuli sempat menangis saat kami bicara via video call (Rabu, 10.45). Kami tawarkan opsi via Zoom, Sam Yuli bilang masih belum siap. Kami menghormati sikapnya. @MataNAjwa.
3. Sepanjang video call, Sam Yuli ditemani Dadang Indarto. Kami bertanya siapa yang menggantikan? Apakah Dadang? Sam Yuli setuju.@MataNajwa.
Artikel Terkait
Ketum PSSI Tolak Bertanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, Netizen: Valentino Jebret Lebih Baik Dari Iwan Bule
Komnas HAM Sebut Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Karena Gas Air Mata, Suporter Rayo Valecano: Mereka Dibunuh
Investigasi Washington Post: Tragedi Kanjuruhan Hasil Dari Tembakan Gas Air Mata & Buruknya Manajemen Stadion
The Washington Post Ungkap Arah Mata Angin & Titik Gas Air Mata yang Ditembakan Polisi Picu Tragedi Kanjuruhan
Polri Tetapkan 6 Tersangka Atas Tragedi Kanjuruhan, 2 Polisi Perintahkan Penembakan Gas Air Mata
Polisi Rilis Kronologi Tragedi Kanjuruhan, Demi Hak Siar Pertandingan Tetap Digelar Malam Hari
Profil Abdul Haris Panpel Arema yang Jadi Tersangka Tragedi Berdarah Kanjuruhan, Pernah Suap Komdis PSSI
Aremania Korban Tendangan Aparat Tolak Iming-iming Jadi Anggota TNI Tanpa Tes
Disebut Robot, 2 juta Orang Tandatangani Petisi Online Larang Erling Haaland Main di Liga Inggris
Qatar Akhir Bagi Messi Dan Argentina Bukan Unggulan Piala Dunia 2022