Cerita Tim Mata Najwa "MENEMUKAN" Dadang, ini Kisahnya

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 16:56 WIB
Dadang Indarto, perwakilan Aremania di acara Mata Najwa pada Kamis 06 Oktober 2022 (YouTube Najwa Shihab)
Dadang Indarto, perwakilan Aremania di acara Mata Najwa pada Kamis 06 Oktober 2022 (YouTube Najwa Shihab)

FAJARNUSA - Sampai saat ini nama "Dadang" masih trending di media sosial terutama media sosial twitter, nama "Dadang telah dicuit lebih dari 47 ribu kali usai dirinya memberikan komentar yang mengundang cibiran netizen di acara Mata Najwa.

Sebelumnya, Dadang mengagetkan banyak pihak mengenai komentarnya yang dianggap sembrono dan ngawur dalam acara Mata Najwa yang biasa dipandu oleh Najwa Shihab saat mengangkat isu Tragedi kanjuruhan bersama banyak perwakilan suporter Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Dadang hadir di Mata Najwa dalam kapasitasnya sebagai perwakilan Aremania.

Baca Juga: Gas Air Mata, Senjata Kimia Berbahaya Yang Digunakan Untuk Perang Dunia Pertama

Dadang dianggap kontraproduktif dengan mayoritas suporter sepakbola nasional yang tengah mengupayakan perdamaian antar fans sepakbola dan bersolidaritas atas tragedi Kanjuruhan.

Dalam Kesempatan tersebut Dadang mengungkapkan jika Aremania bisa menyelesaikan permasalahannya dan sudah membentuk tim investigasi mandiri untuk korban tragedi Kanjuruhan.

Lantas Siapa sebenarnya Dadang dan bagaimana tim Mata Najwa menemukan Dadang Indarto?

Baca Juga: Aremania Korban Tendangan Aparat Tolak Iming-iming Jadi Anggota TNI Tanpa Tes

Dalam utas yang dibuat oleh tim Mata Najwa di akun twitter @MataNajwa pada 7 oktober 2022, tim Mata Najwa mengungkapkan bahwa Aremania bukanlah organisasi sehingga membuat sulit tim Mata Najwa untuk menemukan perwakilan Aremania, ini utasnya.

1. Aremania bukan organisasi. Tak ada pengurus. Tak ada ketua atau jubir. Cukup tricky untuk mencari perwakilan resmi, apalagi situasi tribun itu dinamis dan kadang beragam. @MataNajwa.

2. Pilihannya Sam Yuli Sumpil. Bukan semata ukuran popularitas, tapi juga karena ia dirijen. Di stadion, dirijen bisa berpengaruh menentukan ritme tribun. Tapi Sam Yuli tak bisa ke Jakarta. Ia mengaku masih terpukul, dan masih perlu banyak takziah. @MataNajwa.

Baca Juga: Suko Sutrisno Pemegang Kunci Stadion Kanjuruhan Yang Menjadi Tersangka, KOMDIS PSSI Berikan Sanksi

Sam Yuli sempat menangis saat kami bicara via video call (Rabu, 10.45). Kami tawarkan opsi via Zoom, Sam Yuli bilang masih belum siap. Kami menghormati sikapnya. @MataNAjwa.

3. Sepanjang video call, Sam Yuli ditemani Dadang Indarto. Kami bertanya siapa yang menggantikan? Apakah Dadang? Sam Yuli setuju.@MataNajwa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Mata Najwa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X