FAJARNUSA - Komnas HAM atau Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mebeberkan hasil temuannya terkait tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang tewas.
Dari investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM atas tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya surabaya pada 1 oktober 2022.
Komnas HAM mencatat sejumlah poin penting dalam temuannya atas tragedi Kanjuruhan, salahsatunya soal kondisi korban tewas di Kanjuruhan.
Berdasarkan laporan keterangan ahli waris korban ataupun Aremania yang selamat dan para relawan yang menangani korban Kanjuruhan terungkap jika korban tragedi Kanjuruhan tewas mengenaskan.
"Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru, jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen karena juga gas air mata. Jadi muka biru, terus ada yang matanya merah, keluar juga busa," kata Choirul Anam di kanal Youtube Humas Komnas HAM RI pada Rabu 5 Oktober 2022.
Hasil temuan Komnas HAM juga menyebutkan bahwa kematian ratusan suporter Aremania dalam tragedi Kanjuruhan selain karena Sesak Nafas karena gas air mata tampak mayat korban Kanjuruhan juga mengalami patah tulang di kaki, rahang dan memar.
Selain itu Komnas HAM juga mencatat bahwa faktanya, saat laga usai dan Arema kalah dari Persebaya suporter yang menyerbu kelapangan hanya ingin menyemangati tim kesayangannya bukan mau menyerang pemain menurut suporter Aremania.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Ternyata ini Intruksi Kapolres Malang Sebelum Kerusuhan
"Jadi mereka (suporter) merangsek itu memang mau memberikan semangat, berkomunikasi dengan pemain. Kami kroscek ke para supporternya bilangnya ya kami kan mau kasih semangat walaupun mereka kalah. Ini satu jiwa. Ayo Arema jangan menyerah," ungkap Anam.
"Ketika kami kroscek kalimat-kalimat itu juga berdialog dengan teman-teman pemain, terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan, itu juga disampaikan," lanjut Anam.
Anam juga menyampaikan fakta penyebab kericuhan yang terjadi usai laga Arema vs Persebaya yang berujung tewasnya ratusan Aremania diduga banyak pihak disebabkan gas air mata.
Baca Juga: Suporter Bayern Munchen Sebut Polisi Pebunuh
"Kami sayangkan ini, kondisi ini kok ricuh. Apalagi kericuhan itu, banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami itu akibat gas air mata," sambung Anam.
Artikel Terkait
Manchester City Hancurkan Manchester United Dengan Skor Telak 6-3, Guardiola Masih Belum Puas, ini Alasannya..
Update Tragedi Kanjuruhan, Kronologi Versi Supporter: Kami Ditembaki Gas Air Mata dan Pintu Keluar Macet
Bikin Mata Polisi Pedas, Artikel New York Times Sebut Polisi Indonesia Korup & Brutal Dalam Tragedi Kanjuruhan
New York Times Sebut Polisi Indonesia Lebih Kejam Usai Reformasi 98' Tapi Minim Tanggung Jawab Sebab Impunitas
New York Times Sebut Anggaran Polri Membengkak Tapi Minim Akuntabilitas Jutaan Dolar Habis Untuk Gas Air Mata
Aremania Ancam Turun Ke Jalan Jika Dalam 7 Hari Polisi Gagal Ungkap Dalang Tragedi Berdarah Kanjuruhan
Nah Kan, Ade Armando Kena Tegur Biar Gak Babak Belur Lagi Gegara Tuduh Aremania
Suporter Bayern Munchen Sebut Polisi Pebunuh
Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Ternyata ini Intruksi Kapolres Malang Sebelum Kerusuhan
Ketum PSSI Tolak Bertanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, Netizen: Valentino Jebret Lebih Baik Dari Iwan Bule