Komnas HAM Sebut Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Karena Gas Air Mata, Suporter Rayo Valecano: Mereka Dibunuh

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:57 WIB
Ultras Rayo Vallecano Sebut Korban Tragedi Kanjuruhan dibunuh  (@bukaneros92)
Ultras Rayo Vallecano Sebut Korban Tragedi Kanjuruhan dibunuh (@bukaneros92)

"Gas air matalah yang membuat panik dan sebagainya sehingga ada terkonsentrasi di sana di beberapa titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak jatuh korban," lanjutnya.

Sampai Saat ini Komnas HAM masih terus mendalami dan mengumpulkan berbagai fakta lapangan seputar tragedi Kanjuruhan diantara seputar pengamanan sebelum tragedi Kanjuruhan terjadi.

Anam juga mebeberkan seputar pertanyaan publik mengenai penggunaan gas air mata yang meski sudah dilarang FIFA digunakan didalam stadion tetapi masih dipakai oleh pihak kemanan.

Baca Juga: Nah Kan, Ade Armando Kena Tegur Biar Gak Babak Belur Lagi Gegara Tuduh Aremania

"Kalau ada pertanyaan, kenapa sih gas air mata masuk dalam stadion padahal itu melanggar statuta FIFA misalnya. Itu adanya di perencanaan pengamanan," tanya Anam.

"Termasuk ini korelasinya dengan permintaan jam pertandingan yang diminta sore tapi tetap dilaksanakan malam karena ditolak dan lain sebagainya," sambung dia.

Ia mengatakan ke depan, pihaknya juga akan meminta keterangan kepada kepolisian maupun TNI terkait hal tersebut.

"Kita berharap ada informasi, keterangan yang komprehensif, sehingga kita bisa melihat terangnya peristiwa soal perencanaan pengamanan di sana," kata Anam.

Baca Juga: Aremania Ancam Turun Ke Jalan Jika Dalam 7 Hari Polisi Gagal Ungkap Dalang Tragedi Berdarah Kanjuruhan

Suporter Rayo Valecano Bentangkan Spanduk "Mereka Dibunuh"

Sementara itu gelombang solidaritas atas tragedi Kanjuruhann terus berdatangan dari berbagai penjuru dunia.

Kali ini Suporter fanatik Rayo Valecano juga turut membentangkan spanduk yang terkesan provokatif mereka menilai korban tragedi Kanjuruhan bukan meninggal karena kecelakaan tapi dibunuh.

Spanduk tersebut terlihat saat laga Rayo Vallecano vs Elche di Campo de Futbol de Vallecas, Selasa 4 oktober 2022.

"No son muertes, son asesinatos," tulis suporter Rayo Vallecano dalam bahasa Spanyol.

yang berarti "Mereka bukan meninggal, tapi dibunuh!" begitu ungkapan dalam spanduk ultras Rayo Vallecano tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X