Nah Kan, Ade Armando Kena Tegur Biar Gak Babak Belur Lagi Gegara Tuduh Aremania

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:05 WIB
Tangkapan layar Ade Armando (YouTube COKRO TV)
Tangkapan layar Ade Armando (YouTube COKRO TV)

FAJARNUSA - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando diingatkan agar tidak merasakan babak belur lagi ihwal mengeluarkan opini yang menyebutkan Aremania penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur 1/10.

Ade Armando yang menyebut bahwa Aremania merupakan biang dari Tragedi Kanjuruhan usai Arema kalah dari Persebaya bisa menyebabkan dirinya babak belur akibat serangan oknum yang tidak suka atas tudingannya.

Akun Dollface mengatakan, seharusnya, apabila Ade Armando mempunyai opini yang menyebut Aremania sebagai dalang pecahnya Tragedi Kanjuruhan, maka sebaiknya tidak perlu diumbar ke publik.

Baca Juga: Aremania Ancam Turun Ke Jalan Jika Dalam 7 Hari Polisi Gagal Ungkap Dalang Tragedi Berdarah Kanjuruhan

"Pak Ade Armando, mending opini seperti ini tidak usah disampaikan ke publik, cukup untuk diri sendiri aja. Dari pada hal seperti ini terulang lagi," tulis Dollface dalam twitternya.

Sebelumnya, melalui tayangannya di channel Cokro TV, Ade Armando tegas sekali menyebutkan bahwa Aremania merupakan biang dari Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.

"Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan, melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan," Kata Ade Armando, Selasa (04/10).***

Baca Juga: New York Times Sebut Anggaran Polri Membengkak Tapi Minim Akuntabilitas Jutaan Dolar Habis Untuk Gas Air Mata

Ade Armando menerangkan, serbuan Aremania ke rumput hijau usai Arema kalah dari Persebaya tentunya sangat membuat aparat keamanan kewalahan.

"Yang jadi masalah adalah kelakuan suporter Arema memang tidak semua, menurut polisi yang menyerbu lapangan hanyalah tiga ribu orang. Tapi itu sudah cukup memporak-porandakan keadaan," terang Ade.

Aremania, kata Ade Armando, tidak terima tim sepakbola kesayangannya bertekuk lutut ketika menjamu Persebaya, terlebih dalam pertandingan 90 menit berlangsung sportif.

Baca Juga: Bikin Mata Polisi Pedas, Artikel New York Times Sebut Polisi Indonesia Korup & Brutal Dalam Tragedi Kanjuruhan

"Mereka tak bisa menyaksikan timnya kalah, padahal pertandingan berlangsung dengan fair, tidak ada keputusan wasit yang meragukan," ucapnya menambahkan.

Opini Ade Armando itu juga mendapat respons dari Aremania. Menurutnya, Dosen asal UI itu hanya asal ngomong soal tuduhan siapa biang terjadinya kericuhan di Stadion Kanjuruhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X