FAJARNUSA - Ratusan Aremania menegaskan memberikan waktu pada pihak Polisi untuk menemukan orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang mengakibatkan ratusan Aremania meregang nyawa pada sabtu, 1 Oktober 2022.
Sikap tegas tersebut disampaikan Aremania saat meminta pengusutan kasus kerusuhan yang terjadi pada sabtu 1 oktober saat Arema menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Kami berikan batas waktu selama tujuh hari. Jika tidak ada yang jadi tersangka, atau tidak ada yang bertanggungjawab, kami akan turun ke jalan. Malang Raya membiru," Ade Herawanto sebagaimana dikutip fajarnusa.com dari YouTube Suryamalang.com pada Senin, 3 Oktobr 2022.
Selain itu Aremania juga menyampaikan akan melakukan gugatan dan somasi terbuka pada Panpel pertandingan, Kepolisian, PSSi dan PT LIB.
Masih melansir Suryamalang, Ambon Fanda yang juga Aremania menyesalkan sampai saat ini belum ada yang bertanggung jawab atas tragedi berdarah di stadion kanjuruhan yang menyebabkan ratusan Aremania tewas.
Fanda mengungkapkan jika Aremania akan turun kejalan jika sampai 7 hari belum ada pihak- pihak yang bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan.
"Kami memberikan batas waktu tujuh hari. Kalau selama batas waktu itu tidak ada yang mau bertanggungjawab. Kami turun," tegasnya.
Artikelnya lengkapnya bisa kamu baca di SuryaMalang.com dengan judul Aremania Ancam Turun ke Jalan Jika Dalam Waktu 7 Hari Tak Ada Tersangka.***
Artikel Terkait
Tragedi Kanjuruhan, Madura United Minta PSSI Bertanggung Jawab dan Semua Pengurusnya Harus Mundur
182 Orang Meninggal Dunia, Tragedi Kanjuruhan Jadi Tragedi Sepakbola Paling Berdarah Terbesar Ke 2 di Dunia
Laporan Media Asing Sebut Gas Air Mata Picu Banyaknya Korban Jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang
Komisi III DPR Pertanyakan Pertandingan Digelar Malam Hari, Pangeran: Apakah Ada Tendensi Dengan Judi Online?
Manchester City Hancurkan Manchester United Dengan Skor Telak 6-3, Guardiola Masih Belum Puas, ini Alasannya..
Update Tragedi Kanjuruhan, Kronologi Versi Supporter: Kami Ditembaki Gas Air Mata dan Pintu Keluar Macet
Bikin Mata Polisi Pedas, Artikel New York Times Sebut Polisi Indonesia Korup & Brutal Dalam Tragedi Kanjuruhan
New York Times Sebut Polisi Indonesia Lebih Kejam Usai Reformasi 98' Tapi Minim Tanggung Jawab Sebab Impunitas
New York Times Sebut Anggaran Polri Membengkak Tapi Minim Akuntabilitas Jutaan Dolar Habis Untuk Gas Air Mata
Aremania Ancam Turun Ke Jalan Jika Dalam 7 Hari Polisi Gagal Ungkap Dalang Tragedi Berdarah Kanjuruhan