Tragedi Kanjuruhan, Madura United Minta PSSI Bertanggung Jawab dan Semua Pengurusnya Harus Mundur

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:05 WIB
Tragedi di Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu tragedi kemanusiaan yang menarik perhatian banyak pihak (Instagram/@pssi)
Tragedi di Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu tragedi kemanusiaan yang menarik perhatian banyak pihak (Instagram/@pssi)

FAJARNUSA - Presiden klub Madura United Achsanul Qosasi meminta PSSI bertanggung jawab atas tragedi kerusuhan yang memakan korban jiwa di stadion Kanjuruhan Kota Malang Jawa Timur.

Menurut Achsanul Qosasi semua pengurus PSSI harus mundur sebagai sikap terhormat terhadap korban dan keluarga suporter yang meninggal saat Tragedi kanjuruhan yang memakan 129 korban meninggal.

"PSSI wajib bertanggung jawab, dan semua pengurusnya harus Mundur. Sbg respect thd korban & keluarganya" cuit Achsanul Qosasi via twitter pribadinya @AchsanulQosasi selasa 2 oktober 2022.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: 129 Orang Meninggal, Presiden Minta Liga 1 Dihentikan dan Evaluasi Menyeluruh

Ia menyampaikan bahwa tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Kota Malang tidak semata kesalahan panitia lokal tapi juga merupakan kesalahan Federasi Nasional.

"Jangan melokalisir kesalahan “di Malang”. Bhw yg salah seolah yg ngurus pertandingan di Malang. Ini Keputusan Federasi Nasional, dibawah kendali Federasi (PSSI), tragedy Dunia Sepakbola.Salam Respect Sepakbola.." ujar Achsanul Qosasi.


Selain itu ia juga meminta agar kompetisi BRI Liga 1 dihentikan sampai adanya keputusan resmi dari FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia.

"Hentikan Kompetisi, sampai ada statement resmi FIFA" tambahnya.

Baca Juga: Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan, 126 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia Usai Laga Arema vs Persebaya

Achsanul Qosasi juga menyampaikan dengan tegas bahwa ini merupakan sikap resmi dirinya sebagai presiden klub sepak bola Madura United dan dia tidak mempermaslahkan jika ada yang tidak sependapat dengan dirinya.

"Mungkin ada yg tak sependapat dengan saya, tapi inilah sikap saya sebagai Club Madura Utd FC atas Tragedy di Kanjuruhan" tegas Achsanul Qosasi.

Dengan besarnya jumlah korban jiwa tersebut Tragedi Kanjuruhan bahkan menjadi tragedi berdarah yang terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia bahkan dunia.

Baca Juga: Resmi Liga 1 Dihentikan Selama Sepakan Akibat Kerusuhan Usai Laga Arema vs Persebaya yang Memakan Korban Jiwa

Atas kondisi ini Achsanu Qosasi menyarankan PSSI untuk tidak usah repot - repot membuat tim investigasi ia menyarankan untuk menyerahkan semuanya pada Kemenpora dan meminta pelibatan penegak hukum dan disiplin dari FIFA.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X