Update Tragedi Kanjuruhan, Kronologi Versi Supporter: Kami Ditembaki Gas Air Mata dan Pintu Keluar Macet

photo author
Rendy MY, Fajar Nusa
- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:06 WIB
Korban tragedi Stadion Kanjuruhan bertambah, Polri turunkan tim DVI. (Twitter.com / @Togisihombing4)
Korban tragedi Stadion Kanjuruhan bertambah, Polri turunkan tim DVI. (Twitter.com / @Togisihombing4)

FAJARNUSA - Tragedi berdarah yang merenggut nyawa supporter bola Ketika laga derby Jawa Timur antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya yang menelan korban hingga 127 orang meninggal dunia, menjadi catatan kelam sejarah sepak bola tanah air.

Seorang supporter yang menjadi saksi hidup ketika kejadian berlangsung menceritakan pengalaman kelamnya melalui subuah cuitan twitter dengan akun @RezqiWahyu_05, begini kronologisnya

“Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00.

Baca Juga: Komisi III DPR Pertanyakan Pertandingan Digelar Malam Hari, Pangeran: Apakah Ada Tendensi Dengan Judi Online?

Kick Off dimulai dan pertandingan berjalan ama naman, tanpa kericuhan sedikitpun. Yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya.

Babak pertama selesai, dan saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang.

Hingga peluit akhir dibunyikan arema tidak bisa menambah golnya dan harus menerima kekalahan.

Disinilah awal mula tragedy dimulai. Setelah peluit dibunyikan, para pemain tertunduk lesu dan kecewa.

Baca Juga: Laporan Media Asing Sebut Gas Air Mata Picu Banyaknya Korban Jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang

Pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan menunjukan gestur minta maaf ke supporter.

Disisi lain, ada 1 orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati Sergio silva dan Maringa. Terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka.

Kemudian ada lagi beberapa supporter yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema, terlihat John Alfarizie mencoba memberi pengertian kepada oknum-oknum tersebut.

Namun, semakin banyak mereka berdatangan semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain.

Baca Juga: Resmi Liga 1 Dihentikan Selama Sepakan Akibat Kerusuhan Usai Laga Arema vs Persebaya yang Memakan Korban Jiwa

Diikuti dengan lempar-lemparan berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para supporter yang semakin tidak terkendali, akhirnya pemain digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rendy MY

Sumber: Akun Twitter @RezqiWahyu_05

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X