Aremania Korban Tendangan Aparat Tolak Iming-iming Jadi Anggota TNI Tanpa Tes

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Kolase proses aremania menjadi sasaran korban tendangan aparat di Stadion Kanjuruhan. (Fajarnusa/istimewa)
Kolase proses aremania menjadi sasaran korban tendangan aparat di Stadion Kanjuruhan. (Fajarnusa/istimewa)

 

FAJARNUSA Aremania bernama M Hazemi Rafsanjani (16) yang menjadi korban tendangan aparat keamanan seperti yang terlihat di beberapa video bahkan viral di linimasa, terang-terangan menolak dengan tegas iming-iming untuk menjadi anggota TNI meski dengan cara mudah.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Isrotul, ibunda dari Raffi (sapaannya) yang didatangi Pangdam V Brawijaya TNI Nurcahyanto di rumahnya dalam agenda silaturahmi sekaligus permohonan maaf atas kebrutalan prajuritnya yang menendang anak remajanya di Stadion Kanjuruhan (1/10).

Nurcahyanto, kata Isrotul, menanyakan langsung kepada Hazemi yang menjadi korban tendangan aparat itu soal cita-citanya di masa depan. Sang ibunda juga menerangkan bahwa Nurcahyanto menawarkan putranya untuk menjadi anggota TNI.

Baca Juga: Suko Sutrisno Pemegang Kunci Stadion Kanjuruhan Yang Menjadi Tersangka, KOMDIS PSSI Berikan Sanksi

"Saya enggak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara silakan. Tapi anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," kata Isrotul dikutip dari cnn.

Isrotul menambahkan, selain kedatangan Pangdam V Brawijaya, kediamannya juga dikunjungi oleh aparat TNI yang menendang anaknya ketika menjadi Aremania di Stadion Kanjuruhan.

Kedatangan TNI tersebut tak lain untuk melakukan permohonan maaf karena sudah membuat anaknya menjadi korban tendangan aparat usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Permohonan maaf dari keluarga pun diberikan untuk anggota TNI yang sudah menendang Raffi. Meski demikian, Isrotul mengatakan bahwa proses hukum sekaligus laporan atas putranya yang menjadi korban tendangan aparat tidak bisa dihentikan.

"Datang meminta maaf itu sudah sangat baik. Maksudnya punya inisiatif baik, tidak membiarkan. Dari pelaku sendiri sudah meminta maaf. Keluarga memaafkan, tapi hukum harus tetap berlaku," ucap Isrotul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X