"Berdasarkan pemeriksaan lebih dari 100 video dan foto, wawancara dengan 11 saksi dan analisis oleh pakar pengendalian massa dan pembela hak-hak sipil — mengungkapkan bagaimana penggunaan gas air mata oleh polisi dalam menanggapi beberapa ratus penggemar yang memasuki lapangan menyebabkan kerugian besar" beber Washington Post sebagaimana dikutip fajarnusa.com pada kamis 6 oktober 2022.
Sampai saat ini, pihak berwenang mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 131 orang, termasuk 40 anak-anak, Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International Indonesia, mengatakan jumlah korban bisa mencapai 200 orang.
Baca Juga: Suporter Bayern Munchen Sebut Polisi Pebunuh
Dengan julmah korban jiwa ratusan orang, Tragedi Kanjuruhan telah menjadi bencana terbesar dalam sejarah sepakbola dunia.
Atas hal ini Kapolsek Malang dan sembilan petugas lainnya diberhentikan pada hari Rabu karena peran mereka dalam bencana tersebut. 18 petugas lainnya juga sedang diselidiki.
Masih dalam laporan investigasi Washington Post, Clifford Stott, seorang profesor di Universitas Keele di Inggris yang mempelajari kepolisian penggemar olahraga, meninjau video yang disediakan oleh Washington Post menyatakan bahwa apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan adalah akibat langsung dari tindakan polisi yang dikombinasikan dengan manajemen stadion yang buruk.
Clifford Stott menyatakan bahwa penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisia di stadion Kanjuruhan tidak proporsional.
"Menembakkan gas air mata ke tribun penonton saat gerbang terkunci kemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa selain korban jiwa dalam jumlah besar," ungkap Clifford Stott sebagaimana dikutip fajarnusa.com dari Washington Post.***
Artikel Terkait
Update Tragedi Kanjuruhan, Kronologi Versi Supporter: Kami Ditembaki Gas Air Mata dan Pintu Keluar Macet
Bikin Mata Polisi Pedas, Artikel New York Times Sebut Polisi Indonesia Korup & Brutal Dalam Tragedi Kanjuruhan
New York Times Sebut Polisi Indonesia Lebih Kejam Usai Reformasi 98' Tapi Minim Tanggung Jawab Sebab Impunitas
New York Times Sebut Anggaran Polri Membengkak Tapi Minim Akuntabilitas Jutaan Dolar Habis Untuk Gas Air Mata
Aremania Ancam Turun Ke Jalan Jika Dalam 7 Hari Polisi Gagal Ungkap Dalang Tragedi Berdarah Kanjuruhan
Nah Kan, Ade Armando Kena Tegur Biar Gak Babak Belur Lagi Gegara Tuduh Aremania
Suporter Bayern Munchen Sebut Polisi Pebunuh
Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Ternyata ini Intruksi Kapolres Malang Sebelum Kerusuhan
Ketum PSSI Tolak Bertanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, Netizen: Valentino Jebret Lebih Baik Dari Iwan Bule
Komnas HAM Sebut Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Karena Gas Air Mata, Suporter Rayo Valecano: Mereka Dibunuh