Investigasi Washington Post: Tragedi Kanjuruhan Hasil Dari Tembakan Gas Air Mata & Buruknya Manajemen Stadion

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:54 WIB
Potongan Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan Yang Diberi Garis Polisi (@Aremaindonesia)
Potongan Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan Yang Diberi Garis Polisi (@Aremaindonesia)

"Berdasarkan pemeriksaan lebih dari 100 video dan foto, wawancara dengan 11 saksi dan analisis oleh pakar pengendalian massa dan pembela hak-hak sipil — mengungkapkan bagaimana penggunaan gas air mata oleh polisi dalam menanggapi beberapa ratus penggemar yang memasuki lapangan menyebabkan kerugian besar" beber Washington Post sebagaimana dikutip fajarnusa.com pada kamis 6 oktober 2022.

Sampai saat ini, pihak berwenang mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 131 orang, termasuk 40 anak-anak, Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International Indonesia, mengatakan jumlah korban bisa mencapai 200 orang.

Baca Juga: Suporter Bayern Munchen Sebut Polisi Pebunuh

Dengan julmah korban jiwa ratusan orang, Tragedi Kanjuruhan telah menjadi bencana terbesar dalam sejarah sepakbola dunia.

Atas hal ini Kapolsek Malang dan sembilan petugas lainnya diberhentikan pada hari Rabu karena peran mereka dalam bencana tersebut. 18 petugas lainnya juga sedang diselidiki.

Masih dalam laporan investigasi Washington Post, Clifford Stott, seorang profesor di Universitas Keele di Inggris yang mempelajari kepolisian penggemar olahraga, meninjau video yang disediakan oleh Washington Post menyatakan bahwa apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan adalah akibat langsung dari tindakan polisi yang dikombinasikan dengan manajemen stadion yang buruk.

Clifford Stott menyatakan bahwa penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisia di stadion Kanjuruhan tidak proporsional.

"Menembakkan gas air mata ke tribun penonton saat gerbang terkunci kemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa selain korban jiwa dalam jumlah besar," ungkap Clifford Stott sebagaimana dikutip fajarnusa.com dari Washington Post.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Washington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB
X