nasional

Pentingnya Self Policing dalam Keluarga, Tumbuhkan Rasa Aman dan Pengawasan di Sektor Privat

Rabu, 12 November 2025 | 18:18 WIB
Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dedy Tabrani, ungkap pentingnya self policing dalam keluarga. (Dok. Promedia)

“Makanya kita lihat apa yang terjadi dan contoh-contoh lain banyak sekali di dalam masyarakat. Nah, apa yang terjadi di dalam sektor privat, di dalam keluarga? Itu kan harus diberikan dalam pelajaran,” sambungnya.

Pentingnya Self Policing Masuk ke Sektor Akademik

Dedy melanjutkan bahwa saat ini mulai dikampanyekan lagi konsep self policing di tataran akademik agar masyarakat tahu bagaimana mengamankan diri dan keluarga.

Baca Juga: AI dan Data Analytics: Kolaborasi Kunci di Dunia Kerja Masa Depan

Mengingat bahwa keluarga merupakan sektor privat dan berbeda dengan lingkungan luar, seperti di sektor publik yang sudah memiliki Polisi sebagai aparat yang melakukan pengawasan.

“Kalau selama ini masyarakat dipaksa untuk cari tahu sendiri, belajar sendiri tanpa ada negara memberikan gambaran, masukan, ataupun penerangan, itu sebenarnya salah negara,” tutur Dedy.

“Kenapa negara enggak melakukan bimbingan kepada masyarakat atau kepada individu tentang bagaimana mengamankan dirinya sendiri?”  imbuhnya.

Baca Juga: Komisi Reformasi Polri Bakal Tambah Anggota, Gaet Satu Tokoh Perempuan yang Sosoknya Masih Rahasia

Oleh karena itu, menurut Dedy, negara bisa  memasukkan konsep self policing ini ke dalam satuan jenjang pendidikan.

“Dari sejak dini dia sudah tahu bagaimana mengamankan dirinya, bagaimana mengamankan keluarganya, bagaimana mengamankan teman-temannya,” tegasnya.

“Akhirnya, dia punya rasa, punya perasaan bagaimana melindungi dirinya dan nanti dia akan timbul sensitif terhadap pelanggaran-pelanggaran,” tandas Dedy.

***

Halaman:

Tags

Terkini