FAJARNUSA.COM—Peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wati Hermawati, mengungkapkan bahwa sekitar 70,2 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah beralih ke digitalisasi mengalami kendala dalam pemasaran produk mereka.
“Bukan hal yang mudah bagi UMKM membangun brand yang diusung. Banyak UMKM tidak punya brand, mereka sekadar menjual saja,” kata Wati di Jakarta, Kamis.
Dalam sebuah webinar yang berjudul "Digitalisasi: Perkembangan, Kebijakan, dan Penerapannya di Sektor Bisnis" yang disiarkan secara daring, Wati menjelaskan bahwa bagi UMKM, membangun brand yang kuat adalah suatu tantangan.
Baca Juga: 5 Efek Kurang Tidur atau Begadang Pada Diri Kita
Banyak dari mereka hanya fokus pada penjualan produk tanpa memperhatikan aspek branding.
Wati menekankan pentingnya pemasaran dan branding yang kuat bagi para pelaku UMKM agar bisnis mereka bisa bertahan dalam jangka panjang.
Kurangnya branding dianggap sebagai hambatan serius dalam perjalanan bisnis UMKM.
Baca Juga: BRIN Dengan Program PPIK, Kuatkan Industri Alat Kesehatan Negeri
Selain masalah pemasaran dan branding, Wati juga mencatat bahwa 51,2 persen pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam mendapatkan modal, 46,3 persen mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, dan 30 persen menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi digital.
Wati menambahkan bahwa sebagian besar UMKM yang telah mereka kunjungi atau amati kekurangan tenaga terampil dalam bidang IT.
“Setiap UMKM yang sudah kami kunjungi atau amati, itu selalu kekurangan tenaga terampil dalam bidang IT,” ujar Wati.
Terutama, untuk usaha berskala mikro, di mana pemiliknya seringkali harus berperan sebagai pemasar, produsen, dan tenaga IT sekaligus.
Untuk mengatasi berbagai tantangan ini, Wati memberikan sejumlah tips kepada para pelaku UMKM. Pertama, mereka disarankan untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia (SDM) yang terampil di bidang IT dan memperbarui infrastruktur yang mendukung.
Selanjutnya, melakukan riset pasar dan analisis kompetitor agar bisa bersaing lebih baik.