FAJARNUSA.COM — Masalah gangguan mental Hoarding Disorder secara bertahap berkembang seiring berjalannya waktu dan cenderung menjadi perilaku pribadi.
Apabila semakin parah, para penderintanya akan mulai menghindari keluarga, teman, atau bahkan petugas perbaikan di rumah karena mereka takut ketahuan oleh orang lain.
Hoarding disorder terkadang bisa sulit diobati karena banyak penderitanya tidak menyadari bahwa perilaku ini bermasalah. Kondisi ini kerap dialami oleh para penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif.
Baca Juga: Apakah Kamu Pengidap Hoarding Disorder? Cek Tanda Tandanya Disini
Penderita Hoarding Disorder biasanya jarang berkonsultasi ke dokter karena merasa tidak ada yang salah atau janggal dengan perilakunya. Jika keluarga atau orang terdekat Anda menunjukkan gejala kondisi ini, ajaklah mereka untuk berkonsultasi ke dokter.
Untuk mendiagnosis Hoarding Disorder, dokter akan bertanya seputar riwayat kesehatan pasien dan kebiasaannya memperoleh atau menyimpan barang. Dokter juga dapat menanyakan kondisi pasien dan keadaan rumahnya kepada orang terdekat pasien.
Selanjutnya, dokter akan menggunakan kriteria Diagnostic and Statictical Manual of Mental Disorder (DSM-5) untuk mendiagnosis hoarding disorder.
Baca Juga: Suka Koleksi Barang Aneh Di Rumah? Kenali Apa Itu Hoarding Disorder
Ada beberapa cara menangani gangguan Hoarding Disorder, ada yang bisa dilakukan sendiri bisa juga dengan terapi dengan anjuran dari dokter:
- Belajar mengidentifikasi dan menentang pemikiran untuk menyimpan barang.
- Berlatih menahan keinginan untuk menyimpan lebih banyak barang.
- Mengorganisir benda-benda yang masih layak simpan dan tidak.
- Meningkatkan keterampilan untuk mengambil keputusan dan sistem koping.
- Merapikan rumah secara rutin.
- Belajar bersosialisasi dengan terlibat kegiatan sosial yang lebih bermakna.
- Mencari motivasi untuk berubah.
- Rutin melakukan terapi bersama keluarga atau berkelompok.
- Melakukan kunjungan berkala atau perawatan berkelanjutan untuk membantu mempertahankan kebiasaan sehat.
Baca Juga: Player Legenda Comeback, Liam Gabung Evos Kejutkan Para Fams
Setelah melakukan terapi dengan anjuran dari dokter, selanjutnya bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk membantu proses pemulihan:
- Buat daftar benda-benda di rumah.
- Kelompokkan barang-barang menjadi “disimpan”, “buang”, “daur ulang”, atau “sumbangkan”.
- Buang benda yang menumpuk secara perlahan tiap hari, misalnya 5 benda sehari.
- Bersihkan maksimal 1 ruangan setiap hari atau minggu.
- Buat jadwal harian yang tidak berlebihan, misalnya menyortir kertas-kertas kwitansi setelah sarapan sambil mendengar musik, mencuci baju setelah makan siang, atau mencuci piring setelah makan.
- Sumbangkan barang yang layak pakai kepada orang yang membutuhkan.
- Letakkan tempat sampah di setiap ruangan, seperti kamar, ruang tamu, dan dapur.
- Ambil foto ruangan sebelum dan sesudah dibersihkan, kemudian lihat dan bandingkan untuk melihat pencapaian Anda.
- Cobalah untuk membuat keputusan dengan cepat apakah akan menyimpan suatu barang atau tidak.
- Manfaatkan teknologi, seperti menonton film di ponsel ketimbang menumpuk DVD, untuk mengurangi kecenderungan menumpuk barang.
- Tarik napas dalam ketika merasa tidak nyaman dan tegang setiap membuang barang.
- Berikan hewan-hewan yang dikumpulkan ke shelter
**
Artikel Terkait
Kakashi Bisa Menang Lawan Obito Namun Kalah Saat Lawan Pain, Padahal Keduanya Punya Rinnegan
Selain Windah Basudara, Tanggal 8 Oktober Kobo Kanaeru Juga Akan Hadir di Grand Finals FFML Season 8
7 Fakta Mengenai Sejarah Mobile Legends: Bang Bang Professional League
Disdikbud Gerak Cepat Tangani Kasus Perundungan Siswa di Kabupaten Kuningan
Marvel Hadirkan Serial Terbaru Loki Season 2