FAJARNUSA.COM—Kasus kontroversial kematian Wayan Mirna Salihin, yang dihubungkan dengan kopi beracun sianida, kembali mencuat ke permukaan.
Beberapa konspirasi baru mengemuka, dengan teori bahwa pembunuhan Mirna mungkin direncanakan dengan tujuan mengklaim dana asuransi senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp69 miliar.
Pada tahun 2016, Pengacara Jessica, Yudhi Sukinto Wibowo, pernah menyebut bahwa Mirna memiliki polis asuransi jiwa di luar negeri dengan nilai fantastis tersebut.
Baca Juga: Suka Koleksi Barang Aneh Di Rumah? Kenali Apa Itu Hoarding Disorder
Hal ini telah memunculkan kecurigaan bahwa seseorang mungkin sengaja menjebak Jessica menjadi tersangka, dengan rencana untuk mengklaim dana asuransi jiwa milik Mirna.
Dalam perkembangan terkait, seorang pakar forensik dalam investigasi klaim asuransi, Dedi Kristianto, mengungkapkan bahwa tindakan semacam ini bukanlah hal yang baru.
"Ketika saya dulu menangani klaim itu ahli warisnya itu bekerja sama dengan orang tertentu, kalau tidak salah itu pacarnya, selingkuhannya begitu kemudian membunuh suaminya ketika dia naik motor kemudian jatuh meninggal dunia," ungkap Dedi lewat sambungan telepon, Rabu, (4/10/2023).
Baca Juga: Liam Comeback Scene Kompetitif Bersama Evos Holy, Ternyata Begini Alasannya!
Ia pernah menangani kasus manipulasi klaim sebelumnya, meskipun nilainya tidak sebesar dugaan atas kasus Mirna.
Salah satu contohnya adalah kasus seorang ahli waris yang bekerja sama dengan pihak tertentu untuk mengklaim asuransi jiwa setelah membunuh suaminya.
Dedi Kristianto juga menyatakan bahwa meskipun jumlahnya tidak sebanyak dalam kasus Mirna, tindakan manipulasi klaim masih sering terjadi, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Player Legenda Comeback, Liam Gabung Evos Kejutkan Para Fams
"Nah dari situ perusahaan asuransi itu kan punya trigger-trigger tertentu. Misalnya oh ini polisnya baru kemudian uang pertanggungannya besar dan kayaknya kecelakaan nih kita perlu lakukan pendalaman dulu, maka perusahaan asuransi itu melakukan investigasi di lapangan biasanya. Apakah itu dilakukan sendiri atau memakai external investigator?" ungkapnya.
Korban-korban dari kasus semacam ini sering kali adalah orang biasa, bukan tokoh terkenal.
Proses klaim asuransi jiwa tidak semudah itu. Perusahaan asuransi melakukan sejumlah tahapan untuk mencegah manipulasi klaim.
Artikel Terkait
10 Artis Dengan Latar Belakang Keluarga Anggota TNI
Freeport Selesaikan Pembangunan Crusher 603, Guna Tambah Jumlah Produksi Tambang
Disekap Dan Dianiaya Sang Pacar, Wanita Asal Sukabumi Akhirnya Tewas
Disdikbud Gerak Cepat Tangani Kasus Perundungan Siswa di Kabupaten Kuningan
Marvel Hadirkan Serial Terbaru Loki Season 2