Sedangkan dalam kasus Teddy Minahassa, ia diduga terlibat dalam penjualan 5 Kg barang bukti berjenis sabu - sabu kepada seorang pengelola tempat hiburan malam di Jakarta.
Melihat kondisi ini pengamat dan kritikus sosial Rocky Gerung menilai banyaknya kasus perusakan CCTV dan Obstruction of Justice yang dilakukan Polisi berefek pada terancamnya rasa aman publik.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Sebut Kapolri Wajib Selamatkan Institusi
Rocky juga menduga ada tim spesialis ditubuh Pilisi yang biasa bertugas dalam merusak CCTV, hal ini didasarkan fakta selalu ada tim di internal kepolisian yang menghilangkan dan merusak CCTV sehingga terjadi obstruction of justice.
"Akhirnya satu - satu mulai terawasi, oleh publik... publik kritis liat algoritma disana tim ini disini timnya itu tapi sama sasarannya CCTV, jadi ada tim khusus yang memang ahli CCTV, jadi ahli untuk memanipulasi data kan itu yang ada di benak publik hari ini" ungkap Rocky Gerung.
Hal itu dinyatakan Rocky dalam siniar podcast FNN yang dikutip fajarnusa.com pada rabu, 19 oktober 2022 yang menjelaskan kondisi publik yang cemas atas banyaknya kasus perusakan CCTV oleh pihak Polisi.***
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Apresiasi Penanaman Pohon di Bukit Soeharto
Komisi III DPR RI Sebut Kapolri Wajib Selamatkan Institusi
AWAS...!Laporan Polisi Dugaan Penipuan Dipaksakan
Lautan Manusia Padati Kepergian Anis Dari Balaikota Jakarta, RI 1 Menggema di Sosial Media
Oknum Hukum Digugat, Mafia Hukum Melawan Apa Kata Dunia
Sidang Perdana Ferdy Sambo, Abaikan Fakta Kronologis Kuasa Hukum Sambo Nilai Jaksa Lakukan Pelanggaran Berat
PT Naila Syafaah Wisata Mandiri Bertanggung Jawab Atas Kepulangan Jamaah Umroh
Ballon d'Or 2022: Menangkan Trofi Lev Yashin 2022, Thibaut Courtois Jadi Penjaga Gawang Terbaik di Eropa
Mardianto Manan Berharap Pesantren Darussalam Pangean Terakreditasi A
Hasil Survei LSI Denny JA: Tingkat Kepercayaan Pemilih Anis Baswedan Pada Polri Terbelah di Kasus Ferdy Sambo