nasional

Menuju Kedaulatan Pangan: Menteri Imipas Pimpin Panen Raya Nasional di Lapas Cirebon, Produk Warga Binaan Tembus Pasar Spanyol

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:27 WIB
Menteri Imipas bersama Wali Kota Cirebon Effendi Edo melepas ekspor ke 3 Cocoshade ke Negara Spanyol

FAJARNUSA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon mendadak jadi sorotan nasional pada Kamis (15/1/2026). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, hadir langsung untuk memimpin Panen Raya Serentak yang diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia secara virtual.

​Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata transformasi warga binaan dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan agenda Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat.

Ekspor ke Spanyol: Karya Narapidana Go International

Baca Juga: Kereta Api Jadi Pilihan Utama: KAI Daop 3 Cirebon Tawarkan Tiket Mulai Rp45 Ribu dengan Jaminan Tepat Waktu

​Dalam kunjungannya, Menteri Agus meninjau area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Selain memanen padi varietas Inpari dan budidaya ikan nila, agenda utama yang mencuri perhatian adalah pelepasan ekspor ketiga produk tali dan jaring sabut kelapa (coir net dan coco shade).

​Luar biasanya, produk-produk hasil tangan warga binaan Lapas Cirebon ini telah resmi menembus pasar internasional, salah satunya ke negara Spanyol.

​"Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Program ini membekali warga binaan dengan keahlian mandiri sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui suplai pangan berkualitas," tegas Menteri Agus Andrianto.

Baca Juga: Negara Rugi Rp170 Miliar, DJP Ringkus Tersangka Sindikat Faktur Pajak Fiktif di Jakarta

Dukungan Penuh Pemkot Cirebon dan Mal UMKM

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang mendampingi Menteri, menyatakan rasa bangganya atas dipilihnya Cirebon sebagai pusat pelaksanaan panen raya nasional. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung produktivitas di dalam lapas.

​"Produk mereka (warga binaan) sudah lama masuk ke Mal UMKM Kota Cirebon. Kami tampung dan bantu pasarkan karena kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. Ini adalah kolaborasi nyata," ujar Effendi.

Baca Juga: Skandal Rangkap Kerja Guncang Palopo: PPPK Paruh Waktu Diduga 'Main Dua Kaki' di Dua Instansi Pemerintah

​Tak hanya pemasaran, Pemkot Cirebon juga secara konsisten menyuplai alat serta bahan baku untuk memastikan proses pembinaan—mulai dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan tangan seperti bordir dan sablon—tetap berjalan maksimal.

Harapan Masa Depan Warga Binaan

​Wali Kota berpesan agar para warga binaan tetap optimis. Pelatihan disiplin yang mereka terima di dalam lembaga pemasyarakatan dianggap sebagai modal berharga untuk berdikari setelah masa hukuman berakhir.

Baca Juga: Waspada! Koperasi Merah Putih Terancam Bernasib Tragis Seperti KUD, Pakar Hukum Soroti 4 Titik Lemah Krusial

​"Jangan berkecil hati. Keahlian yang didapat di sini sangat luar biasa. Teruslah berkarya, karena Pemerintah Kota siap mendukung kemandirian kalian," pungkasnya. (**)

Tags

Terkini