Pusat Kuliner Cirebon 2024: Kedawung Memimpin, 6 Kecamatan Ini Masih 'Kosong' Pemain

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 13 Januari 2026 | 15:04 WIB
Kecamatan Kedawung mengukuhkan posisinya sebagai "ibu kota kuliner" Kabupaten Cirebon dengan total 50 unit rumah makan. (Video Netizen)
Kecamatan Kedawung mengukuhkan posisinya sebagai "ibu kota kuliner" Kabupaten Cirebon dengan total 50 unit rumah makan. (Video Netizen)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Peta bisnis kuliner di Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2024 menunjukkan tren yang menarik. Berdasarkan data terbaru dari Open Data Kabupaten Cirebon, sebaran rumah makan masih sangat terkonsentrasi di wilayah-wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan jalur mobilitas tinggi.

Kedawung dan Sumber Jadi Magnet Utama

​Kecamatan Kedawung mengukuhkan posisinya sebagai "ibu kota kuliner" Kabupaten Cirebon dengan total 50 unit rumah makan. Angka ini tidak mengejutkan mengingat Kedawung merupakan wilayah penyangga kota dan pusat bisnis yang padat.

Baca Juga: Tembus 4 Juta Penumpang! Kinerja KAI Daop 3 Cirebon Meroket di 2025, Stasiun Cirebon Jadi Favorit

​Menyusul di posisi kedua, Kecamatan Sumber mencatatkan 37 unit rumah makan. Sebagai pusat pemerintahan daerah, tingginya arus aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang mengurus layanan publik menjadi faktor utama suburnya usaha rumah makan di wilayah ini.

Titik Keramaian Baru di Jalur Nasional

​Selain pusat pemerintahan, wilayah di jalur penghubung antarprovinsi juga menunjukkan angka yang signifikan:

Baca Juga: Skandal Rangkap Kerja Guncang Palopo: PPPK Paruh Waktu Diduga 'Main Dua Kaki' di Dua Instansi Pemerintah

  • Ciledug & Pabuaran: Masing-masing 26 unit.
  • Beber: 21 unit (jalur utama menuju Kuningan).
  • Talun & Weru: Masing-masing 16 unit.

​Sementara itu, wilayah seperti Palimanan dan Arjawinangun berada di angka menengah dengan kisaran 10 hingga 12 unit rumah makan.

Peluang Investasi: 6 Kecamatan Belum Terjamah

Baca Juga: Waspada! Koperasi Merah Putih Terancam Bernasib Tragis Seperti KUD, Pakar Hukum Soroti 4 Titik Lemah Krusial

​Menariknya, data ini juga mengungkap sisi lain "lahan basah" investasi kuliner. Masih banyak wilayah yang jumlah rumah makannya sangat sedikit, seperti Tengahtani dan Mundu, yang padahal memiliki potensi wisata dan lalu lintas harian yang tinggi.

​Bahkan, tercatat ada 6 kecamatan yang belum memiliki rumah makan terdaftar pada tahun 2024, yaitu:

  1. ​Pasaleman
  2. ​Pabedilan
  3. ​Karangwareng
  4. ​Greged
  5. ​Suranenggala
  6. ​Kaliwedi

Baca Juga: KA Ranggajati Tampil 'Kinclong' Resmi Beroperasi dengan Rangkaian Stainless Steel New Generation, Fasilitas Setara Pesawat

​Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan usaha kuliner di Kabupaten Cirebon masih terbuka lebar, terutama bagi para investor yang berani membuka pasar baru di wilayah-wilayah yang selama ini belum tergarap maksimal.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X