Wawali Kota Cirebon: Kecanggihan Gadget Tak Berarti Tanpa 'Senjata' Komunikasi Digital

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 7 Januari 2026 | 19:10 WIB
Peringatan Keras Wawali Cirebon: 'Kecakapan Meramu Pesan' Lebih Penting dari Gadget Mutakhir di Era Kewirausahaan Digital
Peringatan Keras Wawali Cirebon: 'Kecakapan Meramu Pesan' Lebih Penting dari Gadget Mutakhir di Era Kewirausahaan Digital

FAJARNUSA.COM – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi di era digital bukan hanya tentang memiliki gawai paling mutakhir, tetapi terletak pada kecakapan individu dalam meramu dan menyampaikan pesan secara efektif.

Hal ini ia sampaikan saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Digital di Majelis Bani Asy Syafiiyah pada Rabu (7/1/2026).

Menurut Wawali, kemampuan berkomunikasi adalah "senjata utama" yang akan menentukan nasib pelaku usaha di dunia maya, apakah mereka akan sukses atau hanya menjadi penonton.

Baca Juga: Wajib Skrining Kesehatan Mandiri: Syarat Akses Layanan BPJS Kesehatan Mulai 2026

Ia menyoroti fenomena di mana perkembangan teknologi kerap melampaui kemampuan pengguna dalam membangun narasi yang positif dan bernilai ekonomi.

"Saya ingin kita semua memahami bahwa kecanggihan gadget di tangan kita harus diimbangi dengan kecakapan menyampaikan pesan. Di dunia maya, cara kita bertutur, cara mempresentasikan produk, dan cara membangun kepercayaan adalah kunci keberhasilan. Jadilah wirausahawan yang santun, jujur, dan inovatif," ujar Siti Farida Rosmawati.

Wawali Cirebon menekankan bahwa transformasi digital menuntut masyarakat untuk adaptif, serta berani mengambil peran sebagai pelaku utama dan bukan sekadar konsumen.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Warga Panjunan 'Geruduk' Pelabuhan Cirebon, Mendesak Penghentian Total Stockpile Batu Bara Milik Pelindo!

Komunikasi efektif, tambahnya, adalah fondasi dari setiap usaha, karena tanpa itu, produk sehebat apapun akan sulit menjangkau pasar digital yang lebih luas.

Senada dengan Wawali, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tuti Alawiyah, mengajak peserta pelatihan untuk mengubah pola pikir dari aktivitas pasif (hanya scroll, scroll, scroll) menjadi aktivitas yang menghasilkan "cuan" atau keuntungan materiil.

Pelatihan yang merupakan kolaborasi dengan PKBM Surapandan ini diharapkan menjadi momentum bagi peserta untuk mengimplementasikan penggunaan digital dengan orientasi kewirausahaan.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Teror Terhadap Aktivis dan Influencer Pengkritik Bencana Sumatera: 'Negara Tidak Boleh Membiarkan!'

Pemerintah Kota Cirebon optimis, melalui sinergi ini, mereka dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga piawai dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X