FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Masa depan Kota Cirebon tidak lagi ditentukan oleh angka-angka statistik semata, melainkan oleh ketangguhan setiap keluarga dalam menghadapi gempuran perubahan zaman.
Di tengah upaya mengejar target Generasi Emas, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa isu kesehatan reproduksi dan ketahanan keluarga bukan sekadar urusan domestik, melainkan fondasi pembangunan manusia yang mendesak untuk dibenahi melalui kolaborasi lintas sektor.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyatakan bahwa Musyawarah Cabang (MUSCAB) Ke-VIII Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Cirebon ini merupakan momen refleksi sekaligus kompas untuk menentukan arah perjuangan organisasi ke depan.
Baca Juga: Era Baru Reformasi Hukum Indonesia Melalui Tiga Aturan Hukum Pidana
Ia menekankan bahwa PKBI memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
“Saat ini, kita tidak hanya bicara tentang pembatasan angka kelahiran, tetapi kita bicara tentang kualitas manusia. Saya ingin mengajak PKBI untuk menelaah kembali isu-isu substansial yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama di Kota Cirebon, terutama dalam memberikan edukasi hulu mulai dari remaja putri hingga ibu hamil guna menekan angka stunting,” ujar Wakil Wali Kota dalam pembukaan Muscab PKBI Cabang Cirebon, Senin (5/1/2026).
Pemerintah Kota Cirebon memberikan perhatian serius pada isu perlindungan perempuan dan anak, terutama mengingat tantangan sosial yang kian berat akibat maraknya kasus kekerasan fisik maupun seksual.
Baca Juga: Bansos Tak Kunjung Diterima! Skandal BPNT dan PKH Guncang Pemalang, Libatkan Bank Plat Merah
Wakil Wali Kota mendorong PKBI untuk terus konsisten menjadi pusat literasi dan memperkuat sistem deteksi dini di tingkat RT dan RW agar tidak ada warga yang merasa sendirian saat menghadapi masalah keluarga.
“Jangan biarkan ada warga kita yang merasa sendirian saat menghadapi masalah keluarga atau kesehatan reproduksi. Saya berharap PKBI mampu menciptakan inovasi digital yang ramah remaja, sehingga generasi muda Kota Cirebon memiliki benteng pengetahuan yang kuat dalam menjaga kehormatan dan kesehatan dirinya di tengah arus informasi internet yang bercampur mitos,” tegasnya.
Dalam konteks kemitraan, Pemerintah Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk semangat gotong royong karena menjadi kunci utama dalam menyusun program kerja yang konkret.
Pemkot Cirebon berharap PKBI semakin intens bersinergi dengan perangkat daerah terkait untuk menjadi satu kekuatan yang padu dalam memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
“Evaluasilah apa yang sudah dilaksanakan, ambil pelajaran dari kekurangan yang ada, dan susunlah program kerja yang konkret serta berdampak langsung bagi masyarakat. Kita harus menjadi satu kekuatan yang padu, karena semangat gotong royong masyarakat tidak terbatas,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PKBI Jawa Barat, Ipik Supena, mengapresiasi keberadaan PKBI Cabang Cirebon yang secara unik mencakup wilayah kota dan kabupaten sebagai bentuk komitmen perlindungan masyarakat.
Artikel Terkait
Dibalik Perbukitan Desa Cigobang Tertanam Ribuan Sawit, Kini Dilarang Pemerintah Kabupaten Cirebon
Dua Bupati Bersatu Atasi Banjir di Cirebon
Bupati Imron Perkuat Peran Kemenag Membina Kerukunan Umat Beragama di Tengah Dinamika Kehidupan Masyarakat
Pj Sekda Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama di Era Digital
KAI Daop 3 Cirebon Layani 276.816 Pelanggan Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Gerak Cepat Pemkot Cirebon: Wakil Wali Kota Pastikan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak di Pegambiran Diprioritaskan