FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Kota Cirebon menunjukkan taji sebagai lokomotif ekonomi baru di Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Effendi Edo, kota ini berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,26% pada triwulan III-2025, angka yang secara meyakinkan melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (5,20%) dan rata-rata nasional (5,04%).
Keberhasilan ini menjadi sorotan dalam acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, Wihujeng Ayu Rengganis, yang menggantikan pejabat sebelumnya, Jajang Hermawan.
Sinergi Lawan Inflasi: Strategi 'WADULI' dan GNPIP
Baca Juga: Tembus 4 Juta Penumpang! Kinerja KAI Daop 3 Cirebon Meroket di 2025, Stasiun Cirebon Jadi Favorit
Salah satu faktor kunci ketangguhan ekonomi Cirebon adalah stabilitas harga pangan. Angka inflasi berhasil diredam di level 2,86% berkat kolaborasi ketat antara Pemerintah Kota melalui TPID dan Bank Indonesia.
Wali Kota Effendi Edo mengungkapkan bahwa program inovatif seperti Warung Peduli Inflasi (WADULI) dan Pasar Murah Keliling terbukti ampuh menjaga daya beli masyarakat.
"Fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang sangat akomodatif dalam menjaga stabilitas ini," ujar Effendi Edo.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Cirebon Siapkan Diskon Pajak PBB hingga 50%, Simak Cara Cek SPPT 2026 CIREBON
Ledakan Digital: 13,2 Juta Transaksi QRIS
Tak hanya soal pangan, digitalisasi menjadi mesin penggerak baru di wilayah Ciayumajakuning. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan catatan spesial bagi Cirebon.
Berdasarkan data BI, volume transaksi QRIS di Cirebon sepanjang Januari-November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi. Fenomena ini menandakan kesiapan pelaku usaha, terutama UMKM, dalam menghadapi ekosistem ekonomi digital.
"Capaian 13,2 juta transaksi QRIS adalah bukti nyata. BI tidak bisa sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah adalah keharusan untuk mendorong UMKM kita naik kelas," tegas Destry.
UMKM Cirebon Tembus Pasar Internasional
Strategi ekonomi Cirebon juga menyasar sektor pariwisata dan industri kreatif melalui program Wira Kriya Wastra. Dengan menggandeng FSRD-ITB, para perajin lokal kini mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor yang telah tampil di ajang bergengsi seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Dengan pelantikan Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala BI Cirebon yang baru, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin solid untuk menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026 yang lebih dinamis. (**)
Artikel Terkait
Temuan BPK: Tagihan PLN Rp719,9 Miliar dari Proyek Smelter ANTAM Macet
IFG Progress Dorong Penguatan Kebijakan Industri Berbasis Inovasi dalam Forum Dewan Ekonomi Nasional–LPEM UI
IFG Corporate University Raih Akreditasi Global EFMD–CLIP
Kolaborasi Basket dan Hospitality: Dari Lapangan IBL hingga Kenyamanan Amaris dan Santika Cirebon
Pusat Kuliner Cirebon 2024: Kedawung Memimpin, 6 Kecamatan Ini Masih 'Kosong' Pemain