Ekonomi Kota Cirebon 2026 Melesat 5,26 persen, Lampaui Target Nasional: Apa Rahasianya?

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 14 Januari 2026 | 17:16 WIB
Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, Wihujeng Ayu Rengganis, yang menggantikan pejabat sebelumnya, Jajang Hermawan.
Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, Wihujeng Ayu Rengganis, yang menggantikan pejabat sebelumnya, Jajang Hermawan.

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Kota Cirebon menunjukkan taji sebagai lokomotif ekonomi baru di Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Effendi Edo, kota ini berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,26% pada triwulan III-2025, angka yang secara meyakinkan melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (5,20%) dan rata-rata nasional (5,04%).

​Keberhasilan ini menjadi sorotan dalam acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, Wihujeng Ayu Rengganis, yang menggantikan pejabat sebelumnya, Jajang Hermawan.

Sinergi Lawan Inflasi: Strategi 'WADULI' dan GNPIP

Baca Juga: Tembus 4 Juta Penumpang! Kinerja KAI Daop 3 Cirebon Meroket di 2025, Stasiun Cirebon Jadi Favorit

​Salah satu faktor kunci ketangguhan ekonomi Cirebon adalah stabilitas harga pangan. Angka inflasi berhasil diredam di level 2,86% berkat kolaborasi ketat antara Pemerintah Kota melalui TPID dan Bank Indonesia.

​Wali Kota Effendi Edo mengungkapkan bahwa program inovatif seperti Warung Peduli Inflasi (WADULI) dan Pasar Murah Keliling terbukti ampuh menjaga daya beli masyarakat.

​"Fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang sangat akomodatif dalam menjaga stabilitas ini," ujar Effendi Edo.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Cirebon Siapkan Diskon Pajak PBB hingga 50%, Simak Cara Cek SPPT 2026 ​CIREBON

Ledakan Digital: 13,2 Juta Transaksi QRIS

​Tak hanya soal pangan, digitalisasi menjadi mesin penggerak baru di wilayah Ciayumajakuning. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan catatan spesial bagi Cirebon.

​Berdasarkan data BI, volume transaksi QRIS di Cirebon sepanjang Januari-November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi. Fenomena ini menandakan kesiapan pelaku usaha, terutama UMKM, dalam menghadapi ekosistem ekonomi digital.

Baca Juga: SiLPA Rp19 Miliar Cirebon Dibongkar, Wali Kota Effendi Edo Prioritaskan Dana Khusus untuk Atasi Krisis Sampah TPA Kopiluhur

​"Capaian 13,2 juta transaksi QRIS adalah bukti nyata. BI tidak bisa sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah adalah keharusan untuk mendorong UMKM kita naik kelas," tegas Destry.

UMKM Cirebon Tembus Pasar Internasional

​Strategi ekonomi Cirebon juga menyasar sektor pariwisata dan industri kreatif melalui program Wira Kriya Wastra. Dengan menggandeng FSRD-ITB, para perajin lokal kini mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor yang telah tampil di ajang bergengsi seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Baca Juga: Skandal Rangkap Kerja Guncang Palopo: PPPK Paruh Waktu Diduga 'Main Dua Kaki' di Dua Instansi Pemerintah

​Dengan pelantikan Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala BI Cirebon yang baru, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin solid untuk menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026 yang lebih dinamis. (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X