FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Sebanyak kurang lebih 200 petani tebu yang berasal dari Majalengka dan Indramayu menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Graha Wiskarosa PG Rajawali II, Cirebon, Kamis (8/1/2026). Aksi ini merupakan luapan kekecewaan para petani terhadap manajemen perusahaan yang dinilai telah mengabaikan hak-hak mereka terkait hasil panen.
Di bawah pengawalan ketat aparat, massa yang dipimpin oleh Bapak Didi Tarmidi dan Ustad Goni ini menyuarakan aspirasi mereka dengan satu fokus utama: menagih janji dan pembayaran atas tebu yang telah mereka setorkan.
Dana Miliaran Tersendat: Lima Tuntutan Krusial Petani
Dalam orasinya, para petani menyampaikan lima tuntutan mendesak yang harus segera diselesaikan oleh PG Rajawali II:
- Tagih Pembayaran: Pembayaran atas tebu yang telah dikirimkan ke PG Jatitujuh dan hingga kini belum juga dicairkan.
- Tanggung Jawab Kerugian: Tuntutan ganti rugi atas nasib tebu yang sudah ditebang maupun yang terbakar di petak lahan petani.
- Kompensasi dan Evakuasi: Kepastian kompensasi bagi tebu yang belum tertebang serta tebu yang sudah menjadi amparan (siap angkut) namun belum dievakuasi ke pabrik.
- Langkah Strategis: Mempertanyakan langkah konkret perusahaan terhadap nasib para petani tebu untuk musim tanam selanjutnya.
- Transparansi Kemitraan: Menuntut transparansi sistem pembayaran dan hak-hak lainnya jika pola kemitraan tetap dilanjutkan di masa mendatang.
"Kami datang ke sini hanya menuntut hak kami. Banyak tebu yang sudah kami kirim tapi belum cair uangnya, sementara kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu," ujar salah satu perwakilan petani, menggambarkan situasi sulit yang mereka hadapi.
Baca Juga: Banjir di Banjar Meluas, 122 Ribu Jiwa Terdampak, Netizen Beri Respons Haru hingga Candaan
Mediasi Penentu Nasib
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih berupaya melakukan mediasi dengan pihak manajemen PG Rajawali II. Para petani mendesak agar hasil pertemuan ini dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang mengikat, agar nasib mereka tidak terus terkatung-katung di tengah ketidakpastian panen dan pembayaran.
Aksi yang melibatkan petani dari Majalengka dan Indramayu ini terpantau aman dan terkendali. Arus lalu lintas di sekitar lokasi, Kelurahan Sukapura, tetap berjalan normal.
**