Saling Lempar, Upah Pekerja Proyek DAK SMAN 1 Dukupuntang Belum Dibayarkan

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 10:47 WIB
Proyek DAK SMAN 1 Dukupuntang Kabupaten Cirebon menyisakan pilu bagi para pekerja dikarenakan upah kerja yang belum dibayarkan olek Panita DAK dan Kepala Sekolah
Proyek DAK SMAN 1 Dukupuntang Kabupaten Cirebon menyisakan pilu bagi para pekerja dikarenakan upah kerja yang belum dibayarkan olek Panita DAK dan Kepala Sekolah

FAJARNUSA.COM - Pekerjaan renovasi dan pembanguna SMAN 1 Dukupuntang Kabupaten Cirebon bersumber anggaran DAK tahun 2025 menyisakan perih bagi para pekerja. Dimana pekerjaan yang dianggap sudah selesai namun para pekerja belum dibayarkan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Mandor pekerja bernama P saat ditemui wartawan disalah satu cafe pada Senin 22/12/2025.

"Pekerjaan itu sudah selesai, tapi para pekerja belum dibayar dengan nominal Rp83.227.500,‐ pihak komite sudah tidak ada uangnya," ungkap Mandor.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Dorong Peningkatan Pengelolaan Sampah di Kota Cirebon

P menceritakan kronologis perkara kenapa pihaknya tidak menerima upah pekerja dari Ketua Pelaksana Pembangunan tersebut.

"Saya kaget begitu saya meminta kekurangan upah, malah dijawab uangnya tidak ada," ujar Mandor.

Dari situ sang mandor berusaha menghubungi bendahara dan Kepala Sekolah untuk meminta penjelasan, bahkan sudah beberapa kali musyawarah tapi belum menemukan hasil.

Baca Juga: Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Nataru 2025/2026 di Cirebon Aman, Menko Pangan Kunjungi Pasar Jagasatru dan Bulog

Tak hanya sekedar upah pekerja, hasil musyawarah pun diceritakan Mandor salah satunya adalah uang anggaran DAK yang di pakai untuk kegiatan Gathering para guru.

"Saat saya menagih lewat musyawarah, itu semua ada P2SP, ada bendahara sekolah dan Kepala Sekolah, mengakui dana DAK diapakai untuk Gathering guru-guru ke Yogyakarta," terang Mandor.

Mandor pun sudah melaporkan masalah ini ke pihak Kemendikdasmen yang membawahi pekerjaan dan Sekolah tersebut. Laporan sang Mandor di tanggapi oleh Kemendikdasmen dengan mengklarifikasi kepada sang Mandor. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil walaupun terjadi komunikasi antara Mandor (mewakili pekerja), dengan Panitia DAK (P2SP), Bendahara Sekolah dan Kepala Sekolah.

Baca Juga: Lonjakan Keberangkatan Penumpang, KAI Masih Berlakukan Diskon 30 Persen Masa Libur Nataru 2025/2026

Penelusuran kepada Bendahara Sekolah, Muhaimin mendapat respon yang baik. Informasi adanya pertemuan antara pekerja dengan Panitia DAK dihadiri juga oleh bendahara sekolah dan Kepala Sekolah terkait musyawarah upah pekerja yang belum dibayarkan sehingga ada pembicaraan mengarah dana DAK dipakai untuk kegiatan Family Gathering pun di jawab oleh Muhaimin selaku bendahara sekolah.

"Dugaan Family Gathering itu salah, dana Family Gatherting berasal dari tabungan guru-guru di SMAN 1 Dukupuntang selama dua tahun," terang Muhaimin melalui chat WhatsApp kepada Fajarnusa.com (2/1/2026).

Mengenai musyawarah, dirinya merasa tidak pernah hadir, namun mengetahui adanya permasalahan terkait dana DAK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X