nasional

Oknum Aparat Desa Tambak, Ancam Bunuh Wartawan Terkait Konfirmasi Ganti Rugi Lahan Tempat Ibadah Umat Muslim

Minggu, 4 Agustus 2024 | 09:22 WIB
lahan milik masyarakat yang belum mendapatkan ganti rugi atas proyek pembangunan waduk Karian (Romli/FajarNusa.com)

FAJARNUSA.COM (Jakarta) -- Berawal dari adanya laporan masyarakat Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terkait adanya 38 lahan milik masyarakat yang belum mendapatkan ganti rugi atas proyek pembangunan waduk Karian yang telah diresmikan beberapa waktu lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Awak media usai melakukan investigasi ke TKP (Desa Tambak_red), ternyata bukan isapan jempol semata apa yang dikatakan  masyarakat. Fasos dan Fasum mulai dari Jalan, tempat ibadah Umat Muslim seperti Masjid, Mushollah serta beberapa Makam Leluhur yang hampir keseluruhannya tenggelam oleh angkuhnya Waduk Karian.

Awak media pun mencoba mencari jawaban dengan layangkan surat elektronik yang tertuju kepada sang Pamong atau lebih akrab di panggil Jaro Mirta dan isinya adalah klarifikasi terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang / Jabatan yang dilakukan oleh oknum Jaro dimaksud.

Baca Juga: Pengukuhan Pengurus DPK APINDO, Tekankan Peran Penting Pengusaha dalam Perekonomian

Namun sangat disayangkan yang menjawab bukannya yang bersangkutan (Jaro_red) melainkan oknum wartawan salah satu media Online, Jum'at (2/08).

Terpisah, sekira pukul 12:16 WIB, melalui telpon WhatsApp oknum Jaro bernama Mirta berkata kepada awak media dengan nada tinggi dan penuh amarah.

"Nanti Najir yang menerima uang, ya, Najir itu adalah orang yang telah ditentukan oleh masyarakat, yang berhak menerima uang," jelas Mirta kepada media, Sabtu (3/08).

Baca Juga: Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam Usai Diperiksa KPK 2.5 Jam Atas Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkot Semarang

"Lidah tidak bertulang, jadi dengerin neh ya, saya lebih baik membunuh dari pada dibunuh, itu prinsip saya, akang dimana saja akan saya kejar, saya jadi bingung terkait saya punya mobil banyak, saya mah orang kaya, dengerin neh ya, sebelum menjadi kepala desa saya sudah punya mobil 2, saya tuh banyak tanahnya, saya kalangan saja 8 Hektar, saya dapat 7 miliar dari kavlingan saja," kata Mirta dengan nada gemetar.

"Buat apa saya ngopenin uang gituan, apalagi uang Masjid, dan mushollah. Sekarang begini aja akang (kepada awak media) turun ke kampung saya dan kita sumpah dengan AlQur'an, didepan warga, saya gitu kang, berani gak?," sambung Mirta.

"Kalau saya korupsi uang ganti rugi tempat ibadah, saya yang mati namun kalau saya tidak lakukan, akang yang mati," tandas Jaro Mirta dengan nada ancaman.

Baca Juga: Asyik Tidur, Kaki Dibakar Sang Teman. Gondrong Dilaporkan ke Polsek Kenjeran

"Saya tiap Hari puasa kang, jadi ulah make fitnah aing dia. aing te perduli arek wartawan atau wartawan bedul (Babi_red), aing teu perduli, itu artinya pemberitaan bohong karena tidak mau sebutkan siapa warga yang melaporkan," tukas Jaro Mirta sembari menutup telpon WhatsApp nya.

(Romli)

Tags

Terkini