Anak SDN 3 Cikedung Tewas Akibat Korban Bully dan Perundungan Kaka Kelasnya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 18:12 WIB
Korban meninggal akibat kekerasan dan pembullyan saat di turunkan dari ambulan di RSUD Indramayu (Herman/Fajarnusa.com)
Korban meninggal akibat kekerasan dan pembullyan saat di turunkan dari ambulan di RSUD Indramayu (Herman/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU) -- Pemerintah Daerah Indramayu berusaha untuk menciptakan Kabupaten Layak anak dengan cara memerangi Perundungan, Bully, dan Kekerasan Sexsual. Namun hal tersebut tidak lah cukup dengan pembinaan dan pengarahan saja terhadap anak.

Pembullyan dan kekerasan terhadap anak baru saja terjadi, dan yang menjadi korban adalah Willy D yang mendapat kekerasan dari kakak kelas V dengan inisial R. Saat ditemui di RSUD Indramayu kakek korban (Willy.D) Kusmayadi, ” bahwa korban Willy Sering mendapatkan kekerasan dari R, pihak sekolah dengan orang tua kedua belah pihak pernah dimediasi agar kekerasan tersebut tidak terjadi lagi.

Namun Kamis (01/08/24) kekerasan tersebut diterima oleh Willy kembali saat ini jam 09.30 WIB yang merupakan jam Istirahat ketika willy sedang asyik menulis tiba-tiba (R) memukul bagian leher dari belakang sebanyak 3 kali, akhirnya Willy mengalami pingsan dan pihak sekolah langsung merujuk ke Puskesmas Cikedung serta memanggil pihak keluarga," tegas Kusmayadi.

Baca Juga: Dua Direktur RSUD Kabupaten Cirebon Mundur dari Jabatannya, Satu Sakit dan Satu Dokter Penyakit Kanker

Karena pihak Puskesmas Cikedung hanya memberikan penanganan sementara, kemudiaan dirujuk ke RSUD Indramayu didampingi oleh keluarga dan tenaga medis, hanya saja tidak ada tenaga medis yang duduk dibelakang menemani keluarga korban.

Di tengah perjalanan memasuki daerah Lelea tabung oxsigen jatuh dan terpaksa tenaga medis turun dan naik kebelakang untuk membetulkan tabung Oxsigen dan menemani keluarga Korban.

Malang nasib korban pembullyan tersebut di daerah jembatan Bangkir Willy menghembuskan nafas terakhir dan sampai di IGD RSUD Indramayu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu H.Caridin datang untuk mendampingi keluarga korban serta dokter jagapun menyatakan bahwa Nyawa Willy sudah tidak tertolong” lanjut Kusmayadi.

Baca Juga: Rapat koordinasi dan sosialisasi Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2024

Ketika dihubungi via telfon ibunda Willy berada di luar negeri tepatnya Arab Saudi sebagai TKW dengan Nama Masirih. Beliau pun meminta keadilan atas kematian anak kesayangannya dan tidak mau memakai mediasi atau kekeluargaan, biar polisi yang mengurus secara tuntas atas kematian anaknya” tegas Masirih.

Sampai saat beita ini di naikan belum ada pernyataan dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan H.Caridin, pihak Kepala Sekolah SDN 3 Cikedung dan Pihak Puskesmas Cikedung serta Polsek Cikedung tentang peristiwa ini.

Baca Juga: Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 71 Siap Dibuka

Seyogyanya para pendidik harus lebih intens lagi mengawasi para peserta didiknya baik sedang belajar ataupun waktu istirahat, karena itu semua merupakan tanggungjawab guru disekolah jangan sampai ada pembullyan, perundungan, kekerasan seksual tumbuh dan berkembang di tempat pendidikan. (Herman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X