Ferry Irwandi Bongkar Fakta di Balik Gelondongan Kayu yang Terjang Rumah Warga saat Banjir Bandang Melanda Sumatera

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 23 Desember 2025 | 19:34 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera.  (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry)

FAJARNUSA.COM - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu, kini kembali menyisakan persoalan panjang dalam fase pemulihan pascabencana. 

Hal tersebut, karena terdapat banyak akses jembatan rusak, akses jalan terputus, hingga distribusi bantuan yang tersendat menjadi gambaran nyata di lapangan. 

Di tengah kondisi itu, persoalan yang kerap luput dari perhatian justru datang dari material sisa banjir yang menumpuk di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga: Cirebon Banjir Tiap Kali Hujan Besar, Berikut Titik Banjir yang Terjadi Selasa 23 Desember 2025

Gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus deras banjir kini justru berubah menjadi ancaman lanjutan di Tanah Sumatera. 

Bukan hanya menyumbat aliran air, kayu-kayu tersebut juga meningkatkan daya rusak banjir, terutama ketika terjebak di jembatan atau tikungan sungai.

Situasi ini memperbesar risiko banjir susulan dan memperlambat pemulihan wilayah terdampak.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Nasional hingga 30 November 2025 Tetap Terjaga Kuat dan Berkesinambungan

Terkini, influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Ferry Irwandi mengangkat persoalan tersebut dari sudut pandang ilmiah. 

Melalui akun Instagram pribadinya @irwandiferry pada Selasa, 23 Desember 2025, Ferry mengungkapkan analisis berbasis ilmu fluida dan hidrodinamika.

“Semalam belajar ulang soal fluide, hipotesis gue sejauh ini, yang menghancurkan jembatan itu bukan cuma deras airnya saja tapi batang kayu besar yang dibawa,” tulis Ferry.

Baca Juga: Dony Oskaria Tinjau Lahan Hunian Sementara Warga Korban Bencana di Aceh Tamiang

CEO Malaka Project itu menilai, penanganan puing kayu seharusnya menjadi prioritas dalam strategi pemulihan pascabencana, bukan sekadar pekerjaan tambahan setelah air surut.

Terkait hal itu, Ferry memotret fenomena ini dari berbagai peristiwa banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X