Selain pembersihan puing-puing pascabencana di Sumatera, Ferry mendorong pemasangan penahan kayu di hulu sungai.
“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat kayu ketahan,” jelasnya.
Ferry juga mengusulkan pemanfaatan kayu pascabencana agar memiliki nilai ekonomi, terlebih untuk kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemkot Cirebon Adopsi Sistem Pajak Digital Persada dan Vesop Milik Pemkot Malang
“BNPB sebagai komando, buat standar teknis, BUMdes atau UMKM, yang mengolah kayunya, sama ciptain nilai ekonomi lokal,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Yonif TP 853/BRB BKO BNPB Bersihkan Fasilitas Umum Aceh Timur, Fokus RSUD hingga Sekolah
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Ayah di Garoga Tapsel Ini Bagikan Cerita Pilu Anaknya, Terlepas dari Pelukan sang Ibu saat Air dan Kayu Gelondongan Menghantam Rumah
Kisah Ibu di Desa Mardame: Tidur di Hutan dan Beri Anak Makan Ubi Mentah demi Bertahan dari Longsor