FAJARNUSA.COM - Direktorat Jenderal Pajak merilis pertumbuhan APBN hingga 30 November 2025.
Pendapatan Negara s.d. 30 November 2025 terealisasi sebesar Rp126,90Triliun atau
82,39% dari target yang sebesar Rp154,02 Triliun, tumbuh 5,34% (yoy). Didukung
penerimaan perpajakan yang tumbuh sebesar 5,06% (yoy), sedangkan Pendapatan
Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 10,21% (yoy).
Penerimaan Pajak Dalam Negeri secara agregat tercapai Rp93,58 Triliun atau 79,38%
dari target Rp117,89 Triliun, tumbuh sebesar 5,87% (yoy) dikontribusi pertumbuhan Pajak Penghasilan Non Migas dan Pajak Lainnya. Sedangkan PPN dan PPnBM terkontraksi sebesar 0,75%, sementara PBB terkontraksi 2,85%.
Baca Juga: Launching Manajemen Talenta, Pemkot Cirebon Terapkan Sistem Kepegawaian yang Profesional
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tercapai Rp26,00 Triliun, atau 84,96% dari target
sebesar Rp30,60 Triliun tumbuh 2,26%.
Penerimaan Bea Masuk terkontraksi 34,26% atau Rp198,21 Miliar, dipengaruhi tidak adanya importasi beras, penggunaan fasilitas FTA (otomotif), dan Penurunan BM dari PLB kontributor utama (otomotif) karena penurunan penjualan mobil secara nasional.
Sedangkan Cukai tumbuh 3,11% atau Rp770 Miliar, karena tahun 2024 terdapat relaksasi penundaan pembayaran Cukai HT dari 60 hari menjadi 90 hari.
Baca Juga: Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Pada tahun 2025 tidak ada relaksasi, pertumbuhan SKM Gol.I (1,38%) &
Rel Padat (12,65%), penurunan SPM Gol.I (18,77%), SKT Gol.IA (32,59%), SKT Gol.IB (18,51%).
Cukai MMEA tumbuh 8,27% atau Rp26,91 Miliar, sedngkan Cukai EA turun
38,21% atau Rp1,82 Miliar.
Realisasi PNBP sebesar Rp7,33 Triliun atau 132,34% dari target Rp5,54 Triliun
mengalami pertumbuhan sebesar 10,21% (yoy) dikontribusi PNBP lainnya yang tumbuh 12,64% dan Pendapatan PNBP BLU tumbuh 7,98%.
Baca Juga: Dony Oskaria Tinjau Lahan Hunian Sementara Warga Korban Bencana di Aceh Tamiang
Belanja Negara telah terealisasi Rp107,92 T atau 88,69% dari pagu sebesar Rp121,68 T, secara yoy mengalami kontraksi sebesar 5,94% (yoy).
Perlambatan ini terutama pada Belanja K/L sebesar 19,17%. Sedangkan realisasi TKD tumbuh sebesar 2,22%.
Belanja K/L sampai dengan 30 November 2025 terealisasi sebesar Rp35,38 T atau
78,53% dari pagu.
Artikel Terkait
APBN Jawa Barat Stabil, Dukung Program Prioritas Nasional
Kerugian Negara Rp1,15 Miliar: Kanwil DJP Jawa Barat II Serahkan Tersangka AR ke Kejari Bekasi
Kinerja APBN Berjalan On Track, Surplus Regional sebesar Rp18,33 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi Stagnan, DPR Ingatkan Purbaya Agar Tak Bergantung pada Konsumsi APBN