Identifikasi Awal: Kayu Campuran dari Berbagai Sumber
Dari hasil identifikasi awal, penyidik menemukan bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari beragam proses. Irhamni menjelaskan bahwa kayu yang ditemukan bukan berasal dari satu jenis aktivitas saja.
"Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori, kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar [dengan alat berat], kayu hasil longsor, dan kayu hasil pengangkutan loader," ungkapnya.
Baca Juga: Bukan ke Orang Tua, Menkomdigi Bakal Beri Sanksi PSE jika Ada Pengguna di Bawah Umur
Kombinasi kayu dengan karakteristik berbeda inilah yang mendorong penyidik memperluas pemeriksaan, termasuk mengecek kemungkinan praktik ilegal yang memperparah dampak banjir.
Penyelidikan Diperluas hingga Pesisir
Selain di Sumatra Utara, tim penyelidikan Sumatra Barat disebut juga turut melakukan penelusuran lanjutan. Fokusnya adalah mengidentifikasi kayu-kayu yang berada hingga ke wilayah pesisir.
Baca Juga: Rechecking Gelari Pelangi 2025, Wali Kota Tegaskan Pentingnya Transformasi dari Tingkat Kelurahan
"Tim penyelidikan Sumatra Barat akan melakukan inventarisasi kayu yang berada di pesisir laut apakah akibat bencana atau ada campur tangan manusia terkait kayu-kayu gelondongan tersebut," ujar Irhamni.***
Artikel Terkait
Pentingnya Menjaga Hutan Lindung, Hutan Alam Indonesia
Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan untuk Cegah Musibah di Jawa Barat
Menhut Raja Juli Kena Semprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana: Saya Marah
Asal Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Mulai Dibidik Polri hingga Kejagung, Kemenhut Sebut Bentuk Tim Gabungan untuk Investigasi