FAJARNUSA.COM - Banjir di Sumatera tak hanya membawa berbagai material rumah, tetapi kayu gelondongan yang kini jadi pertanyaan publik.
Arus banjir dengan kayu gelondongan dalam jumlah besar yang viral di media sosial itu menghantam beberapa wilayah, salah satunya Tapanuli Selatan.
Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Tapanuli Selatan menjadi daerah terdampak banjir terparah karena kayu-kayu tersebut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Banjir Sumatera Tak Ganggu Ekonomi: Pertumbuhan Tetap di Atas 5,5 Persen
Polri dan Kementerian Kehutanan Mulai Investigasi Asal Kayu Gelondongan
Terkait kayu gelondongan tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menggelar pertemuan untuk koordinasi investigasi dan penegakan hukum terkait temuan gelondongan kayu pada bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Raja Juli mengklaim bahwa pihaknya kini telah memiliki data awal berdasarkan pemindaian drone di sejumlah titik terdampak hingga mulai proses identifikasi jenis kayunya.
Baca Juga: Ustaz Evie Effendi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus KDRT Terhadap Anak Kandung
“Keingintahuan publik tentang asal-usul material kayu itu sudah kami respons,” ujar Raja Juli di Mabe Polri pada Kamis, 4 Desember 2025.
Sampel kayu juga telah diambil untuk diuji dan hasilnya ditemukan sama dengan kayu di bagian hulu.
Kayu Punya Bekas Potongan Gergaji
Penemuan lainnya, menurut Raja Juli adalah kayu tersebut telah dipotong menggunakan gergaji.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolri Listyo Sigit mengenai kayu yang terpotong rapi dengan alat.
Artikel Terkait
Soal Rentetan Bencana di Sumatera, Mahfud MD Singgung Dugaan Penyalahgunaan Izin Tambang
Menhut Raja Juli Kena Semprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana: Saya Marah
Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani
Evaluasi Besar-besaran Imbas Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Sebut 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya