“Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari senso,” kata Listyo Sigit.
“Tim sedang turun nanti bersama-sama dengan tim dari kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai yang terdampak sampai dengan kita tarik ke hulu dan hilirnya,” lanjutnya.
Minta Waktu Pengusutan dan Gandeng Berbagai Pihak
Baca Juga: BSMSS 2025 Kolaborasi Nyata Pemkot Cirebon dan TNI Dorong Percepatan Pembangunan
Lebih lanjut, pengusutan dan penyelidikan akan terus dilakukan, tetapi Raja Juli meminta masyarakat untuk memberikan waktu selama prosesnya.
“Beri kesempatan bagi kami memproses semuanya agar tidak terburu-buru,” ucap Raja Juli.
“Jadi tadi telah disampaikan bahwa Polri sudah turun ke dua DAS di Batang Toru,” lanjutnya.
Baca Juga: Polisi Kamboja Bongkar Kronologi Kasus Narkoba hingga Perdagangan Manusia yang Jerat Dewi Astutik
Sementara untuk penyelidikan, selain dengan Polri, Raja Juli mengatakan koordinasi juga telah dilakukan bersama dengan Satgas Perlindungan Kawasan Hutan (PKH) Kejaksaan Agung.
Tapanuli Selatan Parah karena Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus Banjir
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BNPB Suharyanto, menyebut ada dua desa di Tapanuli yang terdampak cukup parah karena kayu gelondongan.
Baca Juga: Kisah Masa Kecil Menkeu Purbaya Digembleng Orang Tua
“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan, ada dua desa yang mungkin pernah muncul di video itu kayu-kayu gelondongan besar segala macam, ternyata itu di Tapanuli Selatan,” ucapnya dalam konferensi persnya pada 30 November 2025.
Kayu-kayu besar yang menghantam rumah membuat tempat tinggal warga di area tersebut masuk dalam kategori rusak berat.
Artikel Terkait
Soal Rentetan Bencana di Sumatera, Mahfud MD Singgung Dugaan Penyalahgunaan Izin Tambang
Menhut Raja Juli Kena Semprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana: Saya Marah
Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani
Evaluasi Besar-besaran Imbas Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Sebut 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya