“Program tersebut telah membantu dalam pengentasan kemiskinan dan memperbaiki ekonomi, apalagi ketika itu mengalami inflasi sampai 600 persen, pertumbuhan juga minus,” ucapnya.
Dari sektor pendidikan, Fadli juga mengutarakan bahwa di masa Soeharto banyak dibangun sekolah-sekolah untuk rakyat.
Pastikan Proses Hukum Tuntas dan Tidak Terkait Soeharto
Baca Juga: Penangkapan Bupati Ponorogo soal Kasus Mutasi Jabatan, Tambah Daftar OTT KPK ke Pejabat Daerah
Soeharto, kata Fadli juga turut dalam upaya menghentikan pemberontakan 30 September 1965.
“Dugaan (terlibat) kan tidak pernah terbukti, tidak ada juga. Itu yang terkait dengan kasus-kasus itu pasti sudah ada proses hukumnya,” ujar Fadli.
“Apa yang dituduhkan semua ada proses hukumnya, sudah tuntas dan itu tidak terkait dengan Presiden Soeharto,” imbuhnya.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Banyumanik Semarang: Truk Besar Diduga Alami Rem Blong, 3 Mobil Terguling
Termasuk juga, menurut Fadli adalah kasus kerusuhan Mei 1998 juga tak terbukti ada campur tangan Soeharto di baliknya.
Keluarga Cendana soal Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut juga buka suara mengenai pemberian gelar untuk mendiang ayahnya.
“Pro-kontra kan masyarakat Indonesia tuh kan macem-macem ya. Ada yang pro dan ada yang kontra itu wajar-wajar saja,” ujar Tutut usai menerima gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.
“Yang penting kan kita melihat apa yang telah dilakukan oleh bapak saya dari sejak muda sampai beliau mangkat, itu semua perjuangannya untuk kepentingan negara dan masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Pahlawan Serba Bisa, Petugas Damkar Kota Cirebon Tolong Siswi SMA Kerjakan PR Kimia
Bupati Imron: KH Abbas Abdul Jamil Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional
Monoplay Melati Pertiwi, Menghidupkan Kembali Semangat Pahlawan Nasional Wanita Indonesia Melalui Kekuatan Teater
Wali Kota Ajak Warga Maknai Hari Pahlawan sebagai Perjuangan Moral dan Semangat Kebangsaan