Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon Singgung soal Jasa Pembangunan Nasional hingga Proses Hukum yang Telah Tuntas

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 11 November 2025 | 14:44 WIB
Momen pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto oleh Presiden Prabowo kepada ahli waris.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Momen pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto oleh Presiden Prabowo kepada ahli waris. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

FAJARNUSA.COM - Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto resmi diberikan oleh Presiden Prabowo pada Senin, 10 November 2025 di Istana Negara Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Soeharto menjadi pahlawan nasional karena perjuangannya di ranah persenjataan dan politik Indonesia.

Sebelum akhirnya resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional, berbagai penolakan sempat muncul dan menjadi polemik yang bergulir di tengah masyarakat.

Baca Juga: Penataan Pedestrian Depan Stasiun Cirebon Menjadi Fasilitas Publik yang Nyaman

Meski begitu, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjawab keraguan masyarakat mengenai pantas atau tidaknya Soeharto menjadi Pahlawan Nasional.

“Jasa-jasa mereka itu jelas, konkret, dan juga benar-benar merupakan aspirasi yang sudah terseleksi dengan proses yang cukup panjang,” kata Menbud Fadli Zon kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 10 November 2025.

Fadli Zon Ungkap Hasil Kajian Soeharto hingga Layak Jadi Pahlawan Nasional

Baca Juga: Sorotan Khusus: Temuan Bom Rakitan di SMAN 72 Jakarta Diduga Dibawa Seorang Siswa yang Kerap Dibully

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon turut merespons polemik penolakan dengan menjabarkan sederetan peristiwa di masa lalu yang berkaitan dengan Soeharto.

“Yang terkait dengan jasa-jasa Pak Harto, dengan perjuangan Pak Harto, dalam hal ini sudah dikaji ya,” ucap Fadli.

Politikus dari Partai Gerindra itu lantas menyebut keikutsertaan Soeharto dalam pertempuran Serangan Umum 1 Maret yang saat itu terjadi di Yogyakarta tahun 1949.

Baca Juga: Tak Hanya Bupati Ponorogo, KPK Tangkap Sekda hingga Dirut RSUD di Kasus Mutasi Jabatan Sugiri Sancoko

“Beliau ikut pertempuran di Ambarawa, ikut pertempuran 5 hari di Semarang, menjadi komandan Operasi Mandala perebutan Irian Barat,” sambungnya.

Untuk pembangunan nasional, Fadli menyinggung program terencana yang dilakukan 5 tahun sekali di era Soeharto yang disebut dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X