Komisi II Bahas Keseriusan Penanganan Banjir, PKL dan Situs Gunungsari

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:44 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Komisi II DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), Satpol PP, Camat Kesambi, Lurah Pekiringan, serta pengurus RW 07 Pekiringan.

Pertemuan berlangsung di ruang Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Kamis (9/10/2025). RDP membahas tiga persoalan utama, yakni penanganan banjir, penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Tentara Pelajar, serta penyelamatan Situs Gunungsari.

Tekankan Skala Prioritas Penanganan Banjir

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Tingkatkan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Penggantian Wesel di Beberapa Emplasemen Stasiun

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP menegaskan, pentingnya penyusunan skala prioritas oleh pemerintah kelurahan hingga kecamatan dalam mengatasi banjir di wilayah.

“Pemkot Cirebon juga mesti lebih tanggap terhadap persoalan di tingkat RW mengingat ada 249 RW di Kota Cirebon. Semuanya memiliki permasalahan yang berbeda, sedangkan ketersediaan anggaran pemda terbatas,” terangnya.

Ketua RW 07 Bedeng Gunungsari, Ilapi mengungkapkan, banjir terjadi setiap turun hujan, meski intensitasnya rendah. Kondisi drainase dan sungai yang tidak berfungsi menjadi penyebab utama.

Baca Juga: Badko HMI Jatim Sentil KPK: Tersangka Suap Dana Hibah Jatim, Termasuk Anggota DPRD Baru, Masih Berkeliaran?

“Banjir tersebut dikarenakan drainase di wilayah Tentara Pelajar dan sungai di wilayah kami tidak berfungsi dengan baik. Kami ingin Pemkot Cirebon fungsikan kembali agar tidak lagi banjir,” ujarnya.

Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat ST, menjelaskan pihaknya telah melakukan normalisasi terhadap 11 sungai yang sebagian besar tidak tersentuh selama lima tahun terakhir.

“Sampai Oktober ini, kami sudah melakukan normalisasi di beberapa sungai. Seharusnya paling tidak 2-3 tahun, mengingat Kota Cirebon berada di hilir,” paparnya.

Baca Juga: Proyek Senderan di Perumahan Bumi Sampiran Indah Acak Acakan

Rachman mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan, karena banjir juga dipicu bangunan liar, berkurangnya ruang resapan, serta tingginya sedimentasi.

“Meski Kota Cirebon tidak hujan, bukan berarti sungai aman. Apabila daerah hulu hujan, air datang membawa sedimentasi. Sebab itu normalisasi mesti dilakukan berkala,” tuturnya.

PKL Jadi Sorotan karena Ganggu Ketertiban Jalan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X