Baca Juga: Jelang Ramadan dan Idul Fitri, BAZNAS Indramayu Tetapkan Besaran Zakat
3 Rangkaian Pelaksanaan Sidang Isbat
Abu Rokhmad mengatakan kalau ada 3 rangkaian dalam menjalankan sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan.
Pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik.
“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadhan tahun ini secara bersama-sama,” ungkapnya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan, berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.
Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
Menurut data tersebut, Arsad mengungkapkan ada kemungkinan hilal akan terlihat.
“Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat,” kata Arsad.
Meski baru secara hitungan, ia menegaskan untuk menunggu hasil dari sidang isbat.
“Keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” imbuhnya.
Sementara itu, pemantauan hilal akan dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia dengan kerja sama Kemenag dan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah.***
Artikel Terkait
Tips Wujudkan Badan Ideal di Bulan Ramadhan
Pilih Hokky Caraka atau Ramadhan Sananta Jelang Kontra Indonesia vs Brunei Darussalam
Rincian Pembelajaran Ramadhan 2025, Ini Jadwal Libur dan Kegiatan Bagi Siswa Muslim dan Non Muslim
MBG Tetap Dibagikan Saat Bulan Ramadhan, Badan Gizi Nasional Pertimbangkan Perubahan Packaging