FAJARNUSA.COM — Ramai dibicarakan akhir-akhir ini tentang channel YouTube bernama Sunnah Nabi ini menjadi perbincangan banyak pihak, terutama di media sosial.
Islam dan Nabi Muhammad SAW terhina dengan cerita ini.
Akun ini berisi video animasi yang bercerita tentang Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan aktivitasnya.
Baca Juga: Alex Marquez Sukses Kalahkan Martin Dalam Pertandingan Balap MotoGP Malaysia
Gambaran dan penggambaran wajah Nabi yang tidak sejalan dengan prinsip Islam namun dianggap suci, menjadikannya sosok yang menonjol.
Akun ini memiliki 29 video dan 5,91 ribu pengikut hingga Jumat, 18 Agustus 2023 menurut pencarian.
Dalam deskripsinya, mereka menuliskan, "Channel ini khusus menampilkan video-video animasi tentang Nabi Muhammad dan ajaran Islam yang tidak disampaikan secara jujur oleh para ulama.
Baca Juga: Tidak Percaya Diri dan Merasa Selalu Insecure? Ini 41 Kalimat Bijak Untuk Memotivasi Dirimu
Untuk menampilkan Islam sebagai agama damai bagi semua orang, mereka sengaja menyembunyikan perilaku dan adat istiadat Nabi.
Menurut detail lokasinya, narasi ini berasal dari Amerika Serikat.
Ada sejumlah judul yang diunggah dalam akun ini.
Baca Juga: Guna Optimalkan Kinerja TNI, Panglima TNI Lakukan Mutasi 105 Orang Perwira Tinggi TNI
Diantaranya adalah Nabi Muhammad SAW, perencana pernikahan, perannya dalam pembongkaran patung non-Muslim, kematian Nabi Muhammad dan keluarga, serta Islam jahat yang tergambar dalam berbagai video.
Bersamaan dengan itu, mereka mengunggah video berjudul Cinta Segitiga Islam Nabi Muhammad dan Zainaub și Zaid.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa Zaid bin Muhammad adalah anak angkat Nabi Muhammad SAW.
Artikel Terkait
Peringati Hari Pahlawan 2023, Bupati Cirebon: Para Pahlawan Ajarkan Nilai-nilai Perjuangan
Ikon Baru Kabupaten Cirebon, Alun-alun Pataraksa Diresmikan
KPU Siap Gelar Rapat Pleno Tertutup Tetapkan Capres-Cawapres Pilpres 2024, Ini harinya?
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Keluarkan Fatwa Terbaru Terkait Dukungan Kemerdekaan Palestina
Free Palestina, Ribuan Umat Muslim Gelar Istiqosah Kubro di Masjid Jamik Sumenep