“Mengapa kita terus dihadapkan dengan impunitas?” tanyanya. “Karena tidak ada kepentingan politik untuk benar-benar mewujudkan kepolisian yang profesional.” tandas Baker.
New York Times kemudian mencatat, Polisi di Indonesia tidak pernah seberkuasa saat ini Selama tiga dasawarsa pemerintahan diktator Suharto.
Baca Juga: Tragedi Malang, Kapolda Gorontalo Lakukan Sholat Ghoib
"Polisi di Indonesia tidak pernah sehebat atau sekejam ini. Selama tiga dasawarsa pemerintahan diktator Suharto, militerlah yang dipandang sangat berkuasa. Tetapi setelah kejatuhannya pada tahun 1998, sebagai bagian dari serangkaian reformasi, pemerintah menyerahkan tanggung jawab keamanan internal kepada polisi, memberikan kekuatan yang sangat besar kepada kepolisian" catat New York Times.***
Artikel Terkait
Korban Jiwa Usai Laga Persebaya VS Arema Malang Sudah Lebih dari 100 Orang, Korban Diduga Masih Bertambah...
Resmi Liga 1 Dihentikan Selama Sepakan Akibat Kerusuhan Usai Laga Arema vs Persebaya yang Memakan Korban Jiwa
Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan, 126 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia Usai Laga Arema vs Persebaya
Tragedi Kanjuruhan, Madura United Minta PSSI Bertanggung Jawab dan Semua Pengurusnya Harus Mundur
182 Orang Meninggal Dunia, Tragedi Kanjuruhan Jadi Tragedi Sepakbola Paling Berdarah Terbesar Ke 2 di Dunia
Laporan Media Asing Sebut Gas Air Mata Picu Banyaknya Korban Jiwa di Stadion Kanjuruhan Malang
Komisi III DPR Pertanyakan Pertandingan Digelar Malam Hari, Pangeran: Apakah Ada Tendensi Dengan Judi Online?
Manchester City Hancurkan Manchester United Dengan Skor Telak 6-3, Guardiola Masih Belum Puas, ini Alasannya..
Update Tragedi Kanjuruhan, Kronologi Versi Supporter: Kami Ditembaki Gas Air Mata dan Pintu Keluar Macet
Bikin Mata Polisi Pedas, Artikel New York Times Sebut Polisi Indonesia Korup & Brutal Dalam Tragedi Kanjuruhan