FAJARNUSA - Politisi PDIP Adian Napitupulu kembali menyindir ketua umum partai Demokrat AHY, yang berbicara omong kosong tanpa angka, data dan fakta.
Adian menilai bahwa AHY telah menyampaikan pendapat yang keliru, hal ini diungkap Adian saat mengirim rilis media membalas pernyataan AHY yang menyindir presiden Jokowi, sebagai presiden tukang gunting pita.
"Ketika saya membaca pernyataan AHY terkait gunting pita Infrastruktur, seketika saya kembali merasa kasihan pada AHY. Bagaimana tidak, setelah berhenti dari TNI di usia muda lalu gagal menjadi Gubernur DKI, sekarang justru menyampaikan data yang salah tentang klaim infrastruktur" tulis Adian pada media.
Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Umumkan Akhir Jabatan Anies Baswedan Dan 3 Nama Calon Penggantinya
Adin juga mengingatkan rekan - rekannya di partai Demokrat untuk tidak menjerumuskan AHY dengan memberikan suplai informasi yang keliru.
"Saran untuk teman teman di Partai Demokrat tolong jangan jerumuskan AHY. Kan kasihan sudah sewa tempat mahal, bicara di hadapan 3.000 kader pakai sound system ribuan watt, di liput banyak media,..... eh data yang disampaikan salah total" saran Adian.
Lebih lanjut Adian menyampaikan bahwa data, angka dan fakta untuk membuktikan pernyataan AHY ternyata bertentangan dengan kenyataan. Kita uji apakah pernyataan AHY itu kebenaran atau kebohongan.
Baca Juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Ganjal Anies Baswedan Jual Saham Bir Karena Untung Menggiurkan
Kita ambil contoh 3 jenis Infrastruktur, semoga contoh ini cukup mewakili. Sebagai alat ukur awal kapan pembangunan, kita gunakan dari tahap konstruksi di mulai.
Pertama Jalan Tol :
Jalan Tol yang di bangun SBY di periode 2005 hingga 2014 mulai dari konstruksi hingga gunting pita total 189,2 km. Sementara jalan tol yang di mulai konstruksi nya di pemerintahan SBY tapi di selesaikan oleh Jokowi total ada 222 km. Kalau total panjang jalan tol yang dimulai era Jokowi tahun 2015 hingga nanti 2023 total sepanjang 2.290 km.
Kedua, Bandara :
Hingga akhir 2014 Sby menyelesaikan 24 Bandara yang sebagian besar sudah dikerjakan oleh Presiden sebelum Sby. Jadi Sby hanya meneruskan sebagian lalu ikutan gunting pita, bukan membangun seluruhnya dari awal.
Sementara Bandara yang ground breakingnya dilakukan Sby tapi akhirnya diselesaikan Jokowi jumlahnya ada 7 Bandara yaitu Kertajati, Tebelian, Muara Teweh, Buntukunik, Morowali, Miangas dan Namniwel.
Artikel Terkait
Ingin Menang Pilpres 2024? Partai Politik Wajib Calonkan Orang ini Menurut Lembaga Survei
Pedas! Singgung Mahasiswa Makasar Kerap Bentrok, Andi Arif Evaluasi Metode Perjuangan Mahasiswa, ini Sarannya
Soal BLT, Demokrat Udah Kering, PDI-P Baru Nyebur! Ekonom Luar Negeri Soroti Kerusuhan Demontrasi Mahasiswa
9 Tahun Di Penjara, Ratu Atut Chosiyah Kini Bebas Bersyarat
Hasil Survei SMRC: Ganjar Pranowo Punya Peluang Gagalkan Prabowo Jadi Presiden
Jadi Plt PPP, Muhammad Mardiono Berharap Suharso Monoarfa Sejalan di 2024
Ketua DPRD DKI Jakarta Ganjal Anies Baswedan Jual Saham Bir Karena Untung Menggiurkan
DPRD DKI Jakarta Umumkan Akhir Jabatan Anies Baswedan Dan 3 Nama Calon Penggantinya