Soal BLT, Demokrat Udah Kering, PDI-P Baru Nyebur! Ekonom Luar Negeri Soroti Kerusuhan Demontrasi Mahasiswa

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Selasa, 6 September 2022 | 12:40 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristianto
Sekjen PDIP Hasto Kristianto

FAJARNUSA - Politisi Partai Demokrat Andi Arif, kembali menyentil Sekjend DPP PDI-P Hasto Kristianto soal Bantuan Langsung Tunai atau BLT BBM yang bakal dibagikan pemerintah kepada masyrakat.

Andi Arif menyoroti langkah pemerintah yang dikuasai PDI-P sebagai partai penguasa yang sedang mencoba mengambil keuntungan elektoral ditengah kenaikan harga BBM dengan bantuan BLT.

Sebelumnya dalam siaran pers, soal kenaikan harga BBM Sekjend DPP PDI-P Hasto Kristianto menyatakan bahwa meski PDI-P partai wong cilik namun kondisi pemerintah sedang kesulitan.

Baca Juga: Tolak Kenaikan BBM, Partai Buruh Kota Tangerang Tutup 1 Ruas Jalan

"BBM berulang kali kami lakukan sikap tegas, sikapnya bukan personal mendukung atau tidak, tetapi keberpihakan," kata Hasto lewat siaran pers, pada jum'at 2 september 2022.

Selain itu untuk menjaga daya beli masyarakat akibat kenaikan BBM, presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM).

"Kami harapkan dengan suntikan BLT BBM ini, daya beli masyarakat bisa terjaga dengan baik," ungkap presiden Jokowi saat kunjungan di Kantor Pos Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat 2 September 2022.

Baca Juga: Pedas! Singgung Mahasiswa Makasar Kerap Bentrok, Andi Arif Evaluasi Metode Perjuangan Mahasiswa, ini Sarannya

Melihat langkah pemerintah yang didukung PDI-P soal kenaikan BBM dan BLT adalah langkah yang aneh.

"ini sifat yang cukup aneh, bagaimana mungkin pro rakyat tapi setuju dengan kenaikan BBM" uajr Andi Arif lewat video yang dibagikannya via twitter @Andiarief__, selasa 6 september 2022.

Andi Arif juga langsung membandingkan langkah Jokowi dengan SBY soal kenaikan BBM dan BLT, dia mengakui bahwa SBY pernah menaikan harga BBM hingga 4 kali itupun karena beban APBN dan harga minyak dunia yang tinggi.

"Hutang kepada IMF juga belum terlunasi, jadi terpaksa sekali menaikan harga BBM, tapi dengan satu janji pada saat itu, jika BBM turun harga minyak dunia turun maka akan menurunkan harga BBM dan itu dilakukan 3 kali menurunkan harga BBM" tambah Andi Arif.

Baca Juga: Ingin Menang Pilpres 2024? Partai Politik Wajib Calonkan Orang ini Menurut Lembaga Survei

Andi Arif juga menyinggung kembali bagaimana PDI-P waktu itu mengkritik langkah pemerintahan SBY yang dituduh menyogok rakyat dengan BLT saat harga BBM naik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X