Kemudian meminta negara mencopot dan mengadili jajaran direktur PT. Amman Mineral, meminta kepada Komnas HAM untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM Yang dilakukan PT AMNT dan tutup PT AMNT.
Demonstrasi FSMR itu diikuti oleh 6 kampus di Provinsi Riau, diantaranya Mahasiswa UNILAK, UIR ABURAM, UIN SUSKA, STIE Riau, Komunitas Mahasiswa Muhammadiyah dan Forum Aksi Mahasiwa UNIKS.
Diketahui, hingga saat ini perlawanan warga lokal Sumbawa Barat terus di gelorakan, aksi-aksi massa sampai hari ini masih terus berlanjut bahkan sejumlah mahasiswa dan masyarakat Sumbawa hingga saat ini masih melakukan aksi mogok makan di kantor KOMNAS HAM namun belum juga ada titik terang penyelesaiannya.
Aksi mogok makan yang digelar di depan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat, sudah berjalan selama hampir 2 minggu. Sebanyak lima peserta aksi mogok makan juga sudah mulai tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. Meskipun ada yang tumbang, namun aksi masih terus berlanjut hingga hari ini.
Dukungan dari berbagai pihak mengalir untuk aksi dengan tuntutan penuntasan dugaan pelanggaran HAM oleh perusahaan tambang di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.
Sebelumnya Amanat KSB sebagai pelopor aksi sudah melaporkan dugaan pelanggaran HAM PT Amman Mineral ini ke sejumlah lembaga terkait hingga ke Sekretariat Kepresidenan . Mereka juga sempat menggelar aksi mengemis di depan Gedung DPR RI Jakarta, beberapa waktu lalu, juga melaporkan kasus ini ke Perwakilan PBB di Jakarta.
Artikel Terkait
Massa Mogok Makan Korban PT Amman Mineral Tumbang Di Komnas HAM
Pelanggaran PT Amman Mineral, Perang Sapugara di KSB Bisa Terulang
Tokoh KSB Dan Mahasiswa Gelar Diskusi Perlawanan PT Amman Mineral
Mahasiswa Tangerang Demo Bakar Simbol PT Amman Mineral
Amanat Berikan Bukti Pelanggaran HAM PT Amman Mineral Ke PBB