Demo Ribuan Mahasiswa di Berbagai Daerah Berakhir Bentrok, Faisal Basri: Pemerintahan Dzalim ini Namanya

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Kamis, 8 September 2022 | 19:26 WIB
Kericuhan demo kenaikan bbm di gedung DPR Aceh. (Fajarnusa/instagram/@beritabarbar)
Kericuhan demo kenaikan bbm di gedung DPR Aceh. (Fajarnusa/instagram/@beritabarbar)

FAJARNUSA - Memasuki hari ketiga pasca kenaikan BBM Mahasiswa dari berbagai daerah dan Ibu Kota masih terus melakukan aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM Bersubsidi.

Dari pantauan fajarnusa.com aksi Mahasiswa hari ini terdapat disejumlah titik daerah diantaranya NTB, Makasar, Solo, Tasik, Jakarta, Garut, dan Palembang.

Di Mataram Nusa Tenggara Barat, ribuan Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Mataram bergerak ke gedung DPRD menolak kenaikan harga BBM pada Kamis, 8 September 2022.

Baca Juga: Iring-iringan Mobil Wakil Presiden Diadang Pendemo di Palembang, 8 Mahasiswa Ditangkap

Aksi Mahasiswa yang semula damai berakhir bentrok dengan aparat kepolisian, hasilnya satu mahasiswa diamankan pihak berwajib.

Hal serupa juga terjadi di Garut, Jawa Barat, Mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi seperti GMNI dan HMI menggeruduk kantor DPRD Garut pada 7 September 2022.

Di Tasikmalaya, meski sempat diguyur hujan namun mahasiswa tetap menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi.

Baca Juga: Ironi MUI dan Pemkot Cilegon, Tempat Ibadah Dilarang Hiburan Malam Masih Jalan, Menag Bakal Datangi Walikota

Terkait aksi demontrasi mahasiswa ini bahkan iring - iringan mobil Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat dihadang oleh Mahasiswa di Palembang.

Menanggapi isu kenaikan BBM, ekonom senior Faisal Basri kembali memperingatkan Masyarakat bahwa subsidi itu akan dialihkan untuk IKN.

"Lagi suasana kaya gini IKN itu harus dihentikan, total itu udah dapet berapa, karena pak jokowi itu akan minta duit dari subsidi itu buat IKN" terang Faisal Basri dalam cuplikan video diskusi bersama Refli Harun.

Baca Juga: Penolakan Gereja, Pospera Kritik Walikota Cilegon

Faisal Basri juga menyampaikan bahwa anggran subsidi yang dipotong pemerintah juga bakal digunakan untuk menyuntik BUM dan kreta cepat.

"Kreta Cepat kemudian 73 Triliun anggaran untuk menyuntik BUMN itu kalo diitung semua udah lebih dari 100 Triliun" jelas Faisal Basri menjelaskan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X