nasional

Oknum Karyawan SPPG di Pasirkuda Cianjur Diduga Aniaya Konten Kreator yang Sempat Masuk ke Dapur untuk Tinjau Menu MBG

Selasa, 14 April 2026 | 15:42 WIB
Menyoroti dugaan kasus penganiayaan oknum SPPG terhadap seorang konten kreator di Pasirkuda, Cianjur. (Instagram.com/@kabarcianjurselatan) (Doc/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (CIANJUR) - Beredar video di media sosial yang mengungkap dugaan kasus penganiayaan yang dialami seorang konten kreator berinisial I oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cianjur, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram @kabarcianjurselatan, pada Selasa, 14 April 2026, peristiwa ini dilaporkan terjadi pada dapur SPPG di wilayah Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.

Diketahui, pengunggah video merupakan istri dari korban yang mengambil rekaman saat kejadian ini berlangsung.

Baca Juga: Viral Kecelakaan Truk Roti di Terminal Kartasura Sukoharjo, Diduga Oleng Lalu Hantam Mobil hingga 5 Motor yang Parkir

"Tolong pak KDM (Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi) suami saya dipukuli pegawai SPPG Kubang Pasirkuda," demikian tertulis dalam video tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi insiden yang melibatkan oknum pegawai SPPG di Cianjur ini bermula? Berikut ini ulasannya.

Minta Penjelasan Menu-Harga MBG

Baca Juga: Skandal Pelecehan Seksual oleh 16 Mahasiswa FH UI: Pelaku Dipecat dari IKM, Berujung Sidang yang Picu Emosi Massa

Berdasarkan keterangan di lapangan, warga Cianjur yang diketahui merupakan konten kretaor itu sempat menanyakan seputar menu hingga harga dalam sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di lokasi.

Dugaan itu disampaikan oleh Kapolsek Tanggeung, Cianjur, Iptu Budi Setia Yuda yang menyebut korban sempat masuk berupaya memasuki area dapur SPPG tersebut.

"Konten kreator masuk ke dapur untuk menanyakan atau meminta penjelasan terkait menu atau harga MBG," kata Budi dalam keterangannya, pada Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: Kronologi Warung Nasi Goreng Terhantam Mobil di Garut Kota, Sopir Diduga Tancap Gas dengan Kecepatan Tinggi

Dibawa ke Luar, namun Menolak Pergi

Terkait insiden ini, Budi mengaku pihaknya telah menerima penjelasan dari seorang akuntan di dapur SPPG tersebut.

Korban dituding sempat mengeluarkan kata-kata tidak pantas hingga akhirnya diminta pergi oleh petugas keamanan di lokasi.

Halaman:

Tags

Terkini