"Sudah dijelaskan oleh akuntan, konten kreator tersebut tidak puas dengan penjelasan dan malah mengeluarkan kata-kata yang kurang baik," ungkap Budi.
"Security dan Poldes membawa I keluar. Namun masih meronta-ronta dan berteriak," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, pihak kepolisian setempat diketahui tengah melakukan upaya mediasi kedua pihak.
Di sisi lain, belum ada keterangan lanjutan dari pihak korban maupun SPPG terkait insiden yang terjadi di dapur SPPG Pasirkuda, Cianjur tersebut.***
Artikel Terkait
Penganiayaan Wartawan di Sumenep, Kasus tak Berjalan, Ironisnya Pelapor jadi Terlapor. Begini Kata Kapolres
Wartawan di Sumenep Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jadi Tersangka. Begini Kata Kapolda Jawa Timur
Seorang Ibu di Samosir Jadi Korban Penganiayaan Alami Retak Bagian Kepala dan Pendarahan Pada Otak, Pelaku Berjumlah Empat Orang
Respon MPR soal Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Prada Lucky Namo, Ingatkan TNI dan Polri Mengusut dengan Adil