nasional

Skandal 'Bancakan' APBD Cirebon 2026 Senilai Rp55 Miliar, Aliansi LSM Siap Gelar Aksi Besar

Senin, 9 Februari 2026 | 13:49 WIB
Rencana aksi massa terhadap dugaan korupsi Rp55 Miliar mengalir kepada anggota DPRD Kabupaten Cirebon

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Publik Kabupaten Cirebon digegerkan dengan mencuatnya isu skandal APBD 2026 yang diduga menjadi ajang "bancakan" oknum anggota DPRD. Tak tanggung-tanggung, aliran dana haram yang terendus mencapai Rp55 miliar yang disamarkan melalui berbagai paket kegiatan di sejumlah dinas.

​Menanggapi hal tersebut, Aliansi LSM Cirebon Bergerak menyatakan sikap tegas. Ketua Aliansi, Kusmin, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengepung sejumlah kantor pemerintahan dalam aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis, 12 Februari 2026.

​Kronologi dan Temuan Aroma Korupsi

Baca Juga: Sejarah Baru HPN 2026: Wali Kota Cirebon dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lawan Hoaks

​Dugaan korupsi ini pertama kali diungkap oleh Direktur Utama Firma Hukum Sandekala Trimurti, Zeki Mulyadi. Berdasarkan data yang dihimpun, uang puluhan miliar tersebut diduga disusupkan ke dalam paket-paket kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dengan Dinas PUTR Kabupaten Cirebon sebagai penerima paket terbanyak.

​Sebelum memutuskan turun ke jalan, sebanyak 20 aktivis anti-korupsi telah melakukan pertemuan intensif pada Jumat (6/2) untuk membedah temuan ini secara mendalam.

​Rincian Dugaan Aliran Dana "Haram" Rp55 Miliar

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid di HPN 2026: Pers Harus Jadi Kompas Etika di Tengah Gempuran AI

​Berdasarkan data dari Firma Hukum Sandekala Trimurti, berikut adalah estimasi pembagian jatah yang kini tengah menjadi sorotan:

  • Rp12,5 Miliar: Dialokasikan untuk anggota DPRD (Banggar maupun non-Banggar).
  • Rp5 Miliar: Mengalir ke oknum dewan dengan peran strategis.
  • Rp37 Miliar: Diduga menjadi "hak" pimpinan dewan.

Detail Rencana Aksi Massa

Baca Juga: Kejar Rp2,8 Triliun, DJP dan Bareskrim Polri Perkuat Kolaborasi Berantas Mafia Pajak

​Kusmin menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi di Kabupaten Cirebon. Berikut adalah rincian rencana aksinya:

  • Waktu: Kamis, 12 Februari 2026.
  • Pukul: 10.00 WIB - Selesai.
  • Titik Kumpul: GOR Ranggajati Sumber.
  • Sasaran Aksi: Kantor DPUTR, Dinas Pendidikan, dan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

​"Kami sudah sepakat untuk memerangi korupsi. Kamis besok kami akan bergerak menuntut transparansi dan pertanggungjawaban," tegas Kusmin.

(**)

Tags

Terkini