FAJARNUSA.COM (PEMALANG) – Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang pada Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu dini hari meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Wilayah tersebut dilaporkan menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan kerusakan infrastruktur yang masif.
Menurut kesaksian Slamet, warga setempat, air bah datang secara bertahap dalam empat gelombang. Gelombang pertama muncul saat waktu Maghrib sekitar pukul 17.30 WIB, disusul banjir susulan pada pukul 19.00 WIB dan 23.00 WIB.
"Puncaknya sekitar jam 02.00 WIB dini hari. Banjir besar itulah yang menghabiskan rumah-rumah di sini," ungkap Slamet dalam keterangannya (27/1/2026).
Baca Juga: Kepatuhan Platform Digital Rendah: KTP2JB Sebut Google hingga Meta Belum Penuhi Perpres 32/2024
Kondisi Desa: Tertutup Batu dan Material Kayu
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi Desa Penakir yang memprihatinkan. Jalanan pemukiman kini berubah menjadi hamparan material banjir. Bongkahan batu besar berserakan menabrak tembok rumah warga, sementara potongan kayu menutup akses jalan utama.
Data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat dampak kerusakan yang signifikan:
Baca Juga: Resmi! UMK Kota Cirebon 2026 Naik Jadi Rp2,87 Juta, Cek Rincian dan Aturan Barunya
-
8 unit rumah hanyut terbawa arus.
-
18 unit rumah rusak berat.
-
24 unit rumah rusak sedang.
-
Total warga terdampak mencapai 252 KK atau 911 jiwa.
Update Korban Jiwa dan Lokasi Pengungsian
Hingga saat ini, dilaporkan terdapat 3 orang meninggal dunia. Namun, berdasarkan konfirmasi warga, ketiga korban tersebut bukan merupakan penduduk asli Desa Penakir.
Baca Juga: Aliansi Buruh dan Aktivis Konsolidasi: Desak Pertamina Batalkan PHK 6 Pengurus FSBMC
Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah telah menyiapkan tiga titik pengungsian utama:
-
Kantor Kecamatan Pulosari: 148 jiwa.