FAJARNUSA.COM - Pemerintah Kabupaten Cirebon langsung bergerak cepat menindaklanjuti insiden banjir yang merendam sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu.
Tidak hanya sekadar penanganan darurat, Pemkab Cirebon kini fokus pada perumusan solusi permanen melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas tingkat Provinsi, perangkat daerah terkait, hingga para Kuwu (Kepala Desa) di Mundu.
Kolaborasi Tuntas Cari Akar Masalah
Baca Juga: Izin Dibekukan 12 Bulan! Kemenhub Sanksi Tegas PO Cahaya Trans Pasca Kecelakaan Maut di Semarang
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, menegaskan komitmen penuh Pemkab untuk mencegah terulangnya bencana serupa.
"Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi," ujar Jigus, pada Selasa (6/1/2026).
Pertemuan koordinatif dan peninjauan lapangan yang intensif ini telah mengidentifikasi beberapa faktor utama banjir:
• Kerusakan lingkungan di wilayah hulu.
• Pendangkalan sungai akibat sedimentasi.
• Penyumbatan aliran air oleh sampah di saluran dan drainase.
Menurut Jigus, penanganan banjir adalah masalah holistik yang memerlukan kerja sama dari hulu hingga hilir, bukan hanya di satu titik.
Penanganan Jangka Pendek dan Dorongan Gotong Royong
Baca Juga: BREAKING NEWS: DRAMA PENCARIAN PENDAKI GUNUNG SLAMET MEMANAS! Ayah Korban Turun Gunung, Walikota Magelang Bertindak
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Cirebon memprioritaskan titik rawan, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.
Koordinasi segera dilakukan dengan pihak pengembang dan instansi terkait untuk memastikan tanggung jawab penanganan infrastruktur pengendali banjir di lokasi tersebut.
Namun, selain langkah teknis dan kolaborasi dengan BBWS serta Provinsi, Pemkab Cirebon juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Melalui para Kuwu, masyarakat didorong untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Geger! Ammar Zoni Mengaku Disetrum dan Dipukul di Rutan, Aditya Zoni Bongkar Kejanggalan: 'Ada Bukti CCTV'
"Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif. Sinergi ini diharapkan dapat menangani masalah banjir secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Cirebon," tutup Jigus, menekankan bahwa solusi banjir berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari kesadaran kolektif menjaga lingkungan. **