FAJARNUSA.COM (CIREBON) - Bencana banjir bandang menerjang Perumahan Buana Kalijaga, Kota Cirebon, setelah tanggul pembatas sungai setinggi dua meter sepanjang 16 meter jebol.
Air bah yang cepat dan deras dilaporkan dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu yang membawa serta tumpukan material besar.
Menanggapi darurat ini, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, langsung tancap gas memimpin peninjauan ke lokasi bencana. Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Permintaan Tinggi! KAI Perpanjang Operasional Kereta Api Tambahan Nataru hingga Akhir Januari 2026
Kunjungan ini bukan sekadar gimmick seremonial, melainkan respons cepat Pemda Cirebon untuk mengidentifikasi kerusakan dan memberikan solusi konkret bagi ratusan warga terdampak.
Siti Farida Rosmawati Berdialog, Instruksi Darurat Dikeluarkan
Didampingi tim lengkap dari Dinas PUPR, BPBD, DPRKP, hingga Damkar, Wakil Wali Kota langsung berdialog dengan warga yang rumahnya terendam.
Baca Juga: Kejati Kalbar 'Bongkar' KSOP Ketapang: Cari Bukti Kunci Korupsi Ekspor Bauksit PT Laman Mining
Beliau memastikan bahwa kebutuhan darurat warga segera terpenuhi dan memantau langsung proses identifikasi kerusakan.
"Kondisi ini dipicu oleh arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu, sehingga memberikan tekanan luar biasa pada batas benteng perumahan," jelas Wakil Wali Kota di lokasi peninjauan.
Sebagai langkah darurat, Siti Farida Rosmawati telah menginstruksikan tim Damkar untuk segera melakukan pembersihan lumpur tebal di jalan-jalan komplek.
Baca Juga: Bansos Tak Kunjung Diterima! Skandal BPNT dan PKH Guncang Pemalang, Libatkan Bank Plat Merah
Lebih lanjut, Pemkot Cirebon bergerak cepat untuk mengamankan lokasi.
"Pemkot Cirebon hadir untuk memberikan solusi. Kami sedang mengupayakan langkah darurat berupa pembangunan benteng atau tanggul sementara bersama masyarakat untuk menahan debit air agar tidak kembali masuk ke rumah-rumah warga," tegasnya, menunjukkan komitmen Pemkot Cirebon yang tidak menunggu lama.
Bongkar Akar Masalah: Normalisasi dan Stop Buang Sampah!
Baca Juga: Era Baru Reformasi Hukum Indonesia Melalui Tiga Aturan Hukum Pidana
Namun, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek.
Ia langsung menyoroti akar masalah yang berulang kali memicu banjir di Cirebon: pendangkalan sungai dan tumpukan sampah.
Farida menekankan bahwa solusi permanen yang tidak bisa ditawar lagi adalah normalisasi dan pelebaran sungai.
Baca Juga: Insiden di Morowali: Komnas HAM Sulteng Sebut Penahanan Aktivis Lingkungan In-Prosedural dan Desak Kapolres Diperiksa
Menurutnya, sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus telah membuat sungai dangkal dan tidak mampu menampung volume air saat hujan lebat.
Dalam pernyataan yang menusuk, Wakil Wali Kota meminta kesadaran kolektif masyarakat Cirebon:
"Masalah utama ada pada pendangkalan dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras. Saya meminta masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kita harus mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga kita sendiri agar bencana seperti ini tidak terus berulang," serunya dengan nada tegas.
Baca Juga: Insiden Istri Fiersa Besari Alami Kecelakaan di Stasiun Gambir, Penabrak Tawarkan Uang Damai Rp200 Ribu
Pemkot Cirebon kini berkomitmen penuh untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan teknis dan percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Sinergi antara pemerintah, pengembang, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana. **
Artikel Terkait
Gerak Cepat Pemkot Cirebon: Wakil Wali Kota Pastikan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak di Pegambiran Diprioritaskan
Tekan Stunting dan Kekerasan, PKBI Cirebon Didorong Jadi Benteng Digital Kesehatan Remaja
Berlianta Arifin: Kisah Pilu Honorer Palopo 9 Tahun Mengabdi yang Tak Lolos PPPK Paruh Waktu Tanpa Alasan Jelas
Inspeksi Banjir Cirebon: Wabup Jigus Ungkap Kelalaian Developer dan Normalisasi Kalilunyu Jadi Solusi
Sorotan Tajam atas Kondisi Taman Krucuk: Ironi di Jantung Kota Cirebon