FAJARNUSA.COM – Taman Krucuk, yang seharusnya berfungsi sebagai paru-paru hijau dan ruang publik vital di Kota Cirebon, kini tengah menjadi pusat perhatian sekaligus kekecewaan masyarakat.
Fasilitas yang sangat strategis ini dinilai berada dalam kondisi yang amat memprihatinkan, kumuh, dan tidak terawat, jauh dari citra ruang rekreasi kota yang ideal.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Andik Arsawijaya, secara terbuka menyampaikan kegelisahan warga.
Baca Juga: Era Baru Reformasi Hukum Indonesia Melalui Tiga Aturan Hukum Pidana
Menurutnya, kondisi Taman Krucuk yang terbengkalai ini sudah menjadi rahasia umum, terutama saat membandingkan suasana siang dan malam hari.
"Kontrasnya sungguh mencolok. Ketika malam, tempat ini menjadi gelap gulita, dan di siang hari, kita disuguhi pemandangan tumpukan sampah yang berserakan serta rumput liar yang tumbuh subur tak terkendali. Kondisi seperti ini, tentu saja, sangat rawan dan berpotensi memicu tindak kriminalitas," tegasnya.
Meskipun secara administrasi pengelolaan Taman Krucuk dikabarkan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak berdiam diri.
Baca Juga: Insiden di Morowali: Komnas HAM Sulteng Sebut Penahanan Aktivis Lingkungan In-Prosedural dan Desak Kapolres Diperiksa
Kekumuhan Taman Krucuk dianggap sebagai ironi yang kontras dengan visi Wali Kota Cirebon yang terus menggaungkan upaya untuk mewujudkan kota yang lebih indah, rapi, dan tertata.
"Keadaan ini sungguh mengganggu estetika Kota Cirebon. Ini sangat tidak selaras dengan kebijakan Pak Wali Kota yang berambisi mempercantik wajah kota kita," tambahnya.
Harapan besar kini tertumpu pada Pemkot Cirebon. Warga mendambakan adanya langkah cepat dan taktis, baik melalui komunikasi intensif dengan pihak Provinsi maupun mengambil langkah diskresi pembenahan demi kepentingan umum.
Baca Juga: Sumur Bor di Aceh Dibuat dengan Biaya Rp15 Juta dari Bantuan Warga
Mengingat lokasi Taman Krucuk yang sangat sentral, masyarakat berharap taman ini dapat segera dikembalikan fungsinya menjadi ruang publik yang bersih, terang, dan aman untuk dinikmati seluruh warga.
Artikel Terkait
Gerak Cepat Pemkot Cirebon: Wakil Wali Kota Pastikan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak di Pegambiran Diprioritaskan
Tekan Stunting dan Kekerasan, PKBI Cirebon Didorong Jadi Benteng Digital Kesehatan Remaja
Berlianta Arifin: Kisah Pilu Honorer Palopo 9 Tahun Mengabdi yang Tak Lolos PPPK Paruh Waktu Tanpa Alasan Jelas
Inspeksi Banjir Cirebon: Wabup Jigus Ungkap Kelalaian Developer dan Normalisasi Kalilunyu Jadi Solusi