nasional

TANPA JEDA! Wakil Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pasca-Banjir Kalijaga, Pastikan Solusi Permanen Banjir Cirebon Segera Dieksekusi

Selasa, 6 Januari 2026 | 21:32 WIB
Empati dan Kehadiran Langsung Pemkot Cirebon di Tengah Sisa Lumpur Kalijaga

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Di tengah sisa lumpur pekat dan genangan air yang menyelimuti wilayah Kalijaga, Pemerintah Kota Cirebon membuktikan komitmennya. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan perwujudan empati dan tanggung jawab langsung terhadap warganya yang terdampak musibah banjir bandang.

​Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, pada Selasa pagi (6/1/2026), memimpin langsung peninjauan ke titik-titik krusial yang dilanda bencana. Didampingi Lurah Kalijaga dan jajaran perangkat daerah terkait, kehadiran ini menjadi prioritas utama untuk memastikan tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian.

​"Kehadiran Pemerintah di lapangan merupakan prioritas utama untuk memastikan tidak ada masyarakat yang merasa berjuang sendirian dalam menghadapi musibah ini," tegas Wakil Wali Kota.

Baca Juga: Permintaan Tinggi! KAI Perpanjang Operasional Kereta Api Tambahan Nataru hingga Akhir Januari 2026

Fokus Utama: MI Darul Ulum Terdampak Berat di Hari Pertama Sekolah

​Salah satu lokasi yang mendapat perhatian serius adalah MI Darul Ulum, sebuah fasilitas pendidikan yang lokasinya sangat bersinggungan dengan aliran sungai. Sekolah ini terdampak parah, di mana ruang kelas dipenuhi endapan lumpur tebal hingga 20 cm, memaksa kegiatan belajar mengajar (KBM) di hari pertama semester baru terhenti total.

​"Kami melihat MI Darul Ulum ini dampaknya cukup berat. Semalam debit air sangat besar dan pembukaan pintu air memerlukan waktu, sehingga air meluap ke daerah yang lebih rendah," ungkap Siti Farida.

Baca Juga: Kejati Kalbar 'Bongkar' KSOP Ketapang: Cari Bukti Kunci Korupsi Ekspor Bauksit PT Laman Mining

​Kepala MI Darul Ulum, H. Makin Amin, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Hari Senin adalah hari pertama kami masuk sekolah, namun langsung dilanda banjir. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Cirebon yang sudah hadir langsung melihat kondisi kami dan memberikan bantuan pembersihan," ujarnya. Pemkot Cirebon memastikan bantuan evakuasi dan pembersihan berjalan maksimal agar aktivitas belajar segera pulih.

Penyebab Banjir Kalijaga: Material Kayu dari Hulu dan Upaya Solusi Permanen

​Banjir di Kalijaga kali ini dipicu oleh faktor eksternal yang masif: material kayu besar yang hanyut dari hulu dan menjebol tanggul. Hantaman material inilah yang mengakibatkan air masuk ke permukiman dengan arus yang sangat deras.

Baca Juga: Bansos Tak Kunjung Diterima! Skandal BPNT dan PKH Guncang Pemalang, Libatkan Bank Plat Merah

​Menanggapi bencana ini, Pemkot Cirebon telah mengerahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta perangkat daerah terkait untuk membantu warga melakukan penyemprotan lumpur pekat.

Langkah Mitigasi dan Solusi Jangka Panjang:

​Wakil Wali Kota Cirebon menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan berhenti pada penanganan darurat. Solusi permanen sedang dikebut melalui koordinasi multi-pihak.

Baca Juga: Berlianta Arifin: Kisah Pilu Honorer Palopo 9 Tahun Mengabdi yang Tak Lolos PPPK Paruh Waktu Tanpa Alasan Jelas

​"Pastinya pemerintah hadir. Pak Wali Kota bersama saya dan dinas terkait terus berjuang mencari solusi permanen. Penanganan banjir ini luas sekali, dari hulu ke hilir," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini