"Kita mencegah over supply di Jakarta, sehingga syok pada rantai pasokan itu bisa diminimalisir," tuturnya.
"Jadi kita tidak merugikan petani-petani di daerah yang lain, gitu," tegas Ferry.
Mungkin ada dampaknya, tapi tidak akan sebesar itu, ketimbang kita masukkan semua ke Jakarta.
Komoditas Kopi Dinilai Potensial
Dalam kesempatan yang sama, Ferry mengungkapkan pihaknya berencana untuk menyuplai komoditas tani ke luar Pulau Jawa.
"Jadi ada beberapa titik, dan bahkan kita sedang melakukan kerja sama juga untuk pihak di luar Jawa," ungkapnya.
Baca Juga: Cirebon Banjir Tiap Kali Hujan Besar, Berikut Titik Banjir yang Terjadi Selasa 23 Desember 2025
Sebenarnya, lanjut Ferry, hal tersebut juga bisa dilakukan dengan memasok hasil tani ke sesama wilayah Sumatera.
"Kita bisa antarkan (cabe) ke daerah-daerah Sumatera Selatan seperti Palembang dan lain sebagainya," sebutnya.
Di sisi lain, Ferry meyakini komoditas pangan seperti, kopi hingga bawang merah, juga berpotensi untuk kembali memutar ekonomi warga yang terdampak bencana.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Nasional hingga 30 November 2025 Tetap Terjaga Kuat dan Berkesinambungan
"Nah, di kesempatan berikutnya kita akan bawa komoditi lain seperti kopi, bawang merah yang sudah kita rose, jadi didistribusikan di sini," terang Ferry.
"Besok inisiasi pertama kita akan membawa kopi 1 juta, kita jalan lagi, lalu membawa bawang merah dan kopi lagi senilai 10 ton, beserta komoditas yang lain," tandasnya.***