Selain pembersihan puing-puing pascabencana di Sumatera, Ferry mendorong pemasangan penahan kayu di hulu sungai.
“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat kayu ketahan,” jelasnya.
Ferry juga mengusulkan pemanfaatan kayu pascabencana agar memiliki nilai ekonomi, terlebih untuk kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemkot Cirebon Adopsi Sistem Pajak Digital Persada dan Vesop Milik Pemkot Malang
“BNPB sebagai komando, buat standar teknis, BUMdes atau UMKM, yang mengolah kayunya, sama ciptain nilai ekonomi lokal,” tandasnya.***